Teks Negosiasi
Pengertian Teks Negosiasi: Jenis,
Ciri-Ciri, Struktur, Contoh Dan Pembahasannya
Pengertian Teks Negosiasi – Setiap manusia tentu pernah melakukan tawar
menawar dengan orang lain ketika transaksi jual beli. Misalnya saja seperti
penjual di pasar dan pembeli, pengusaha dan pihak bank, ataupun contoh yang
lainnya. Kegiatan tawar menawar ini seringkali disebut dengan negosiasi.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas
mengenai informasi terkait pengertian teks negosiasi beserta strukturnya secara
lebih detail. Adapun ciri-ciri dari teks negosiasi yang paling mencolok adalah
bisa mencari penyelesaian dan menghasilkan yang sama-sama
menguntungkan. Dimana tujuan dari adanya negosiasi adalah untuk memperoleh kata
“sepakat”.
A. Pengertian Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah suatu bentuk
interaksi sosial yang biasanya berfungsi sebagai media untuk mencapai suatu
penyelesaian bersama antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak
tersebut akan berusaha menyelesaikan perbedaan yang muncul dengan cara berinteraksi
dan mencari solusi dengan tidak merugikan salah satu pihak.
Berdasarkan pengertian teks negosiasi di
atas, maka negosiasi dilakukan karena pihak yang memiliki kepentingan perlu
memuat sebuah kesepakatan mengenai masalah yang sedang menuntut penyelesaian
bersama. Tujuan dari hal itu antara lain untuk mengurangi perbedaan kepentingan
dari setiap pihak yang terlibat.
Dengan mencari cara untuk menemukan tujuan
yang sama dan menciptakan sebuah kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak.
Sebelum melakukan proses negosiasi, seharusnya kita menetapkan dulu wakil dari
setiap pihak yang terlibat, begitu pula bentuk ataupun struktur interaksinya,
apakah mediasi atau dialog.
B. Pengertian Teks Negosiasi Menurut Para Ahli
Untuk mengetahui apa itu pengertian teks
negosiasi secara lebih lengkap, berikut ini adalah beberapa pendapat tentang
pengertian teks negosiasi dari para ahli.
1. KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut KBBI, pengertian teks negosiasi
pada dasarnya diambil dari kata negosiasi. Apabila dilihat dari artinya,
negosiasi merupakan proses tawar menawar yang dilakukan oleh dua belah pihak
dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan
juga pihak lainnya.
2. Agnesia
Menurut Agnesia (2014:14), pengertian teks
negosiasi adalah suatu teks yang berbentuk interaksi sosial dan berguna untuk
mencari kesepakatan antara pihak yang punya kepentingan berbeda. Dari
pengertian Agnesia tersebut, bisa kita lihat bahwa konteks yang dibawa adalah
teks. Pastinya negosiasi yang terjadi di sini mayoritas berbentuk teks maupun
kata-kata dan dialog.
3. Depdiknas
Berbeda dengan pendapat Depdiknas (2008:
1422) yang mengartikan teks negosiasi sebagai teks yang berbentuk kata dari
pengarang ataupun kutipan dari suatu kitab suci untuk pangkal ajaran dan alasan
serta bahan tertulis yang digunakan untuk memberikan pelajaran.
4. Ross
Pengertian teks negosiasi menurut Ross
(2008:6) adalah negosiasi diartikan sebagai sebuah cara dalam menyampaikan
informasi terkait apa yang kita inginkan, apa yang kita harapkan, dan apa yang
kita dambakan dari orang lain.
5. Lumumba
Sementara pendapat Lumumba (2013: 10)
justru mengatakan yang berbeda, dimana teks negosiasi adalah suatu proses yang
bersifat kompleks dan harus ada kegiatan atau aktivitas di dalamnya. Dimana di
dalam prosesnya harus ada dua pihak baik itu individual ataupun kolektif.
Selain itu, Lumumba juga mengungkapkan bahwa proses negosiasi dilakukan karena adanya
perbedaan yang bersifat persaingan, perang dagang, ataupun konflik yang tidak
selaras. Maka dari itu, untuk menyelesaikannya diperlukan negosiasi untuk
menyamakan kesepakatan dan menyelaraskan perbedaan.
Adapun yang menarik dari pendapat Lumumba,
dimana negosiasi merupakan gabungan dari dua , yaitu seni dan juga .
Negosiasi berdasarkan seni yaitu karena harus mempunyai keterampilan kapan kita
harus menggunakan strategi untuk membuka suatu peluang kesuksesan.
Sementara negosiasi berdasarkan ilmu
pengetahuan yaitu berkenaan dengan ilmu pengetahuan non eksak. Sebab, di
dalamnya ada prinsip dan juga strategi. Pastinya strategi yang digunakan di
tiap orang akan berbeda-beda, bergantung pengalaman orang itu sendiri.
6. Robbins dan Judge
Sementara Robbins dan Judge mengartikan
bahwa negosiasi adalah suatu proses dimana dua pihak ataupun lebih akan
melakukan pertukaran barang maupun jasa dan berusaha untuk menemukan
kesepakatan nilai tukarnya.
Dari beberapa pengertian yang sudah dibahas
di atas, apabila diartikan secara umum, teks negosiasi mempunyai arti sebagai
suatu bentuk kesepakatan yang dilakukan antara pihak yang mempunyai kepentingan
dan pihak dari orang lain yang mempunyai kepentingan yang sama. Dimana prinsip
dari negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan bersama.
C. Jenis Teks Negosiasi
Setelah membahas pengertian teks negosiasi,
maka pembahasan berikutnya adalah jenis teks negosiasi. Teks negosiasi dibagi
menjadi dua jenis. Dari masing-masing jenis itu mempunyai ciri-ciri yang lebih
spesifik. Apakah kamu penasaran bagaimana penjelasan lengkapnya? Yuk simak
pembahasannya di bawah ini.
1. Negosiasi Formal
Mengapa dikatakan sebagai negosiasi formal?
Karena jenis negosiasi oni dibuat dan ditujukan untuk kepentingan formal.
Contohnya, untuk mengajukan suatu negosiasi penawaran jasa ataupun barang
kepada lembaga pemerintahan dan lembaga pendidikan. Bisa jadi konteksnya
negosiasi secara langsung di dalam sebuah forum, fit and proper test, dan
wawancara.
Ada pula yang teks negosiasi formal yang
dibuat dalam versi dokumen dan bersifat otentik. Dari beberapa hal yang
disebutkan di atas, hasil akhirnya tetap mengikat. Biasanya negosiasi tersebut
dilakukan atas nama lembaga, tidak atas nama perorangan.
2. Negosiasi Informal
Jika dilihat dari namanya, jenis negosiasi
ini adalah kebalikan dari negosiasi formal. Negosiasi informal merupakan jenis
negosiasi yang lebih sering digunakan di kehidupan sehari-hari masyarakat
secara umum. Sehingga dalam prosesnya akan ada pertemuan, interaksi yang dekat,
dan juga bisa kegiatan melobi seseorang dalam suasana santai.
Ciri-ciri dari teks negosiasi informal
tidak perlu dibuat ataupun dipersiapkan terlebih dahulu. Sehingga bisa kamu
lakukan secara langsung saat itu juga. Sementara untuk hasilnya juga tidak
mengikat seperti negosiasi formal. Berbeda lagi dengan pendapat Ismijanto
(2007: 86) yang membedakan teks negosiasi menjadi dua jenis yaitu negosiasi
lisan dan negosiasi tertulis. Berikut ini adalah beberapa penjelasannya.
a. Teks Negosiasi Lisan
Negosiasi lisan adalah jenis negosiasi yang
berbentuk percakapan antara satu pihak dengan pihak lain. Salah satu bentuk
dari teks negosiasi lisan yaitu negosiasi jual beli. Dimana jenis negosiasi ini
biasanya digunakan bagi para penjual dan pembeli. Barangkali, kamu adalah salah
satu orang yang pernah melakukan negosiasi saat melakukan belanja online
ataupun offline.
b. Teks Negosiasi Tertulis
Sesuai namanya, jenis teks negosiasi
tertulis merupakan negosiasi yang biasanya menggunakan gaya bahasa yang perlu
diperhatikan. Misalnya saja dengan menggunakan bahasa yang baku dan pastinya
menggunakan bahasa tulis. Sementara bentuk dari negosiasi tersebut ada beberapa
macam yang barangkali pernah kamu temui. Diantaranya surat permintaan, surat
penawaran, dan surat proposal. Dimana sebenarnya jenis teks negosiasi tersebut
sangat jarang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.
Jika dilihat dari pembahasan di atas, dapat
kita simpulkan bahwa ternyata ada banyak sekali perspektif tentang jenis teks
negosiasi, meski sebenarnya hal tersebut terlihat cukup sepele.
D. Ciri-Ciri Teks Negosiasi
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa
pengertian teks negosiasi adalah suatu proses tawar menawar antara kedua belah
pihak hingga tercapai suatu persetujuan dan pembelian. Negosiasi di dalam
kehidupan sehari-hari memang seringkali kita gunakan.
Akan tetapi, kita tidak selalu menyadari
hal itu. Adapun contoh negosiasi yang sering kali kita praktikkan di dalam
kehidupan sehari-hari adalah ketika kita melakukan penawaran saat membeli baju,
sepatu, baik itu online maupun secara langsung. Mungkin karena sudah terlalu
biasa dilakukan, kita sampai tidak bisa tahu mengenai ciri-ciri teks negosiasi
itu sendiri. Berikut ini penulis akan menjelaskan mengenai beberapa ciri dari
teks negosiasi:
a. Berupa dialog tapi terkadang juga ada
yang berbentuk sebuah proposal penawaran. Hal tersebut bergantung pada konteks
keperluannya.
b. Ada lawan yang bisa diajak dialog, apabila dialog sendiri berarti itu bukan
termasuk negosiasi.
c. Berupa kegiatan komunikasi,
baik secara tertulis ataupun lisan, langsung ataupun tidak langsung.
d. Munculnya proses negosiasi karena adanya perbedaan antara dua belah pihak.
e. Tujuan akhir dari negosiasi adalah mendapatkan kesepakatan.
Jika dilihat dari ciri-cirinya di atas,
tentu kita sudah tidak asing lagi dan sering menggunakannya kan?
E. Tujuan Teks Negosiasi
Pengertian teks negosiasi, sudah, ciri-ciri
negosiasi juga sudah, dan jenis teks negosiasi juga sudah, kini yang akan
dibahas adalah tujuan teks negosiasi. Tujuan teks negosiasi dibagi menjadi
tiga, di antaraya:
1. Bertujuan untuk memperoleh kesepakatan
yang didalamnya terkandung beberapa kesamaan, seperti saling mengerti dan
saling setuju.
2. Dapat menemukan suatu jalan keluar atau
penyelesaian dari negosiasi yang telah dilakukan oleh kedua belah pihak.
3.
Pihak yang melakukan negosiasi sama-sama memperoleh keuntungan serta tidak ada
pihak yang merasa dirugikan atau dikenal dengan istilah win-win solution.
F. Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
Inti dari pengertian teks negosiasi adalah
suatu percakapan tawar menawar untuk mencapai suatu persetujuan. Ketika kamu
melakukan negosiasi, sebaiknya menggunakan kaidah kebahasaan teks negosiasi.
Berikut ini kaidah kebahasaan teks negosiasi yang perlu kamu perhatikan.
1. Adanya kalimat atau ungkapan yang
bersifat membujuk atau persuasif
2. Selalu mendengar argumen sampai akhir dan tidak menyelanya
3. Kedua belah pihak meminta saling memberikan penjelasan tentang argumennya
4. Selalu menggunaakan bahasa yang tidak menyakiti atau bahasa yang santun
5. Setiap kesepakatan atau persetujuan antara kedua belah pihak saling
menguntungkan
6. Berisi tentang percakapan antara kedua belah pihak
7. Memiliki sifat berupa memerintah dan memenuhi perintah.
Dengan kaidah kebahasaan teks negosiasi di
atas, maka ketika membuat teks negosiasi atau melakukan negosiasi, sebaiknya
tetap memerhatikannya supaya negosiasi yang dilakukan berhasil.
G. Struktur Teks Negosiasi
Dapat dikatakan bahwa negosiasi
penting untuk diterapkan di dalam pekerjaan ataupun dalam kehidupan
sehari-hari. Banyak orang yang menganggap hal tersebut sepele, bahkan apabila
kita mendalami lagi tentang teks negosiasi, ada beberapa struktur yang ada di
dalamnya. Berdasarkan pengertian teks negosiasi, maka berikut ini adalah
strukturnya.
1. Orientasi
Orientasi yang dimaksud disini adalah intro
pengenalan ataupun salam pembuka. Apabila menggunakan bahasa interaksi dengan
pihak lain, dapat dikatakan hal itu sebagai ajang basa-basi dulu. Jadi, di
dalam teks negosiasi ada urutan dan juga etikanya, tidak boleh langsung membuat
negosiasi secara langsung.
2. Permintaan
Setelah melakukan basa-basi, tahap
selanjutnya adalah tahap permintaan. Tapi perlu kamu pahami bahwa permintaan
ini harus menyesuaikan dari selera dan juga kebutuhan kamu. Saat ada permintaan
pastinya pihak penyedia barang ataupun jasa akan memberikan harga terlebih
dulu. Akan tetapi, sebelum masuk ke dalamnya, akan ada tahap yang ketiga yaitu
tahap pemenuhan.
3. Pemenuhan
Pemenuhan tersebut lebih fokus pada
penyedia barang dan juga jasa. Apakah pihaknya dapat memenuhi permintaan kamu
atau tidak. Untuk kasus permintaan yang terjadi dalam jumlah banyak, pihak
penyedia akan melakukan konfirmasi ataupun koordinasi beberapa waktu untuk
memastikan stok barang ataupun jasa yang diminta.
4. Penawaran
Disini kita sudah masuk ke tahap penawaran.
Apabila tahap-tahapan di atas sudah cukup, maka akan terjadi penawaran. Apabila
harga yang ditawarkan belum cocok dan sesuai, kamu bisa melakukan negosiasi
sebelum akhirnya kamu akan memutuskan sepakat ataupun menolak.
5.Persetujuan
Setelah kedua belah pihak melakukan
penawaran dan ditemukan suatu kesepakatan itu berarti sudah masuk ke tahap
persetujuan. Dalam tahap ini, sebaiknya dilakukan tanpa ada paksaan, sehingga
kedua belah pihak sama-sama bisa mendapatkan keuntungan. Jika tahap ini sudah
selesai, maka kamu bisa masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap pembelian.
6. Pembelian
Apabila sudah cocok dan sesuai diantara
kedua belah pihak, barulah dilakukan transaksi pembelian. Jika berhasil terjadi
transaksi pembelian tersebut, itu artinya kamu berhasil melakukan praktik
negosiasi.
7. Penutup
Pada bagian penutup, akan terjadi
kesepakatan. Dengan begitu, transaksi dan juga penawaran pun selesai. Apabila
di awal kamu melakukan basa-basi, maka sebaiknya harus ditutup dengan kalimat
yang sesuai agar bisa memberikan kesan yang baik kepada pihak penyedia atau
pembeli.
Demikian beberapa penjelasan mengenai
pengertian teks negosiasi dan berbagai jenis serta struktur yang ada di
dalamnya. Jika dilihat dari pembahasan pengertian teks negosiasi di atas, bisa
kita katakan bahwa melakukan proses negosiasi itu seperti mendekati calon
pasangan. Dimana kita harus menggunakan intro, pendekatan, dan juga memberikan
sinyal-sinyal negosiasi. Apabila sudah ada kesepakatan, maka baru bisa
melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. Bagaimana, apakah kalian setuju?
H. Unsur Teks Negosiasi
Bukan hanya struktur saja yang perlu
diperhatikan saat membuat teks negosiasi, tetapi unsur-unsur yang ada di dalam
teks negosiasi juga perlu diperhatikan.
1.
Adanya suatu kepentingan yang ingin dicapai
antara kedua belah pihak.
2.
Adanya hasil kesepakatan dari kedua belah
pihak.
3.
Terdapat partisipan, yang di mana ada pihak
yang melakukan pengajuan penawaran dan ada yang pihak yang menawar.
4.
Dalam pengajuan terdapat juga penawaran.
I. Cara Membuat Teks Negosiasi
Belum lengkap rasanya kalau hanya membahas
pengertian teks negosiasi saja, tetapi tidak membahas cara membuat teks
negosiasi. Lalu bagaimana cara membuat teks negosiasi? Di bawah ini akan
dijelaskan lebih lanjut tentang cara membuat teks negosiasi. Jadi, simak
pembahasannya, Grameds.
1. Kamu harus membuat suatu persiapan atau
perencanaan terlebih dahulu, misalnya ingin membuat teks negosiasi jual beli di
pasar.
2. Tentukanlah setiap pihak yang akan ada
di dalam teks negosiasi, seperti pembeli dan penjual.
3. Memilih suatu benda atau hal yang akan
dinegosiasikan, seperti membeli buah, meminjam , dan sebagainya.
4. Membuat suatu argumen antara pihak-pihak
yang melakukan negosiasi.
5. Membuat suatu bentuk percakapan tawar
menawar, misalnya pembeli dan penjual yang saling menawarkan harga terbaik.
6. Membuat kalimat penutup yang dilanjutkan
dengan semua hal di atas berdasarkan struktur teks negosiasi.
7. Melakukan perkembangan terhadap kerangka
atau konsep menjadi teks negosiasi.
J. Contoh Teks Negosiasi
Supaya lebih memahami tentang teks
negosiasi, maka bukan hanya mengerti pengertian teks negosiasi saja, tetapi
perlu juga mengetahui contoh teks negosiasi.
1. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli
(Pembeli) : Selamat siang pak, permisi.
(Penjual) : Mari Mas, ada yang bisa kita bantu?
(Pembeli) : Di sini menyediakan sukulen
dalam stok banyak bapak?
(Penjual) : Ada, mas. Mau butuh berapakah?
(Pembeli) : Ada 300 pcs pak?
(Penjual) : Ada mas. Untuk jenis sukulennya, satu jenis saja atau acak jenis
sukulennya?
(Pembeli) : Kalo satu jenis echeveria semua
apakah tersedia?
(Penjual) : Kalo untuk echeveria semua sejumlah 300 pcs tidak ada mas. Stok
echeveria hanya sekitar 200 pcs saja. tapi kalo acak Insya Allah siap. Bahkan
lebih dari 300 pcs kita siap.
(Pembeli) : Kalo begitu acak saja pak.
Apakah ada kategori ukurannya pak?
(Penjual) : Ada mas, ada yang mini, dan ada yang besar. Kalo yang besar
harganya memang lebih mahal.
(Pembeli) : Harga per pcs yang besar berapa
pak? Kemudian yang kecil juga berapa?
(Penjual) : yang besar 15.000 mas. Kalo yang kecil 7000. Buat pembelian partai
besar, akan kita beri diskon 10% mas.
(Pembeli) : Wah pak, tidak bisa di diskon
lagi? Besok saya ada event lagi, dan akan pesan lagi dalam jumlah lebih banyak.
Kalo pas di kantong, saya akan ke sini lagi pak.
(Penjual) : Baik kalo gitu mas. Saya beri diskon 30%
(Pembeli) : Wah bener pak? Baik pak, kalau
begitu saya deal. Saya butuhnya 3 hari yang akan datang. Bisa dibungkus rapi
pak?
(Penjual) : Baik mas, bisa.
(Pembeli) : baik pak, untuk alamat saya WA
kan ke nomor bapak. Terimakasih atas kerjasamanya.
(Penjual) : sama-sama mas Ardi. Senang bekerjasama, semoga kerjasama berlanjut.
2. Contoh Negosiasi Di Lingkungan Keluarga
Anak: “Bapak sama Ibu lagi sibuk nggak?”
Ibu: “Ibu juga lagi santai aja.”
Bapak: “Lagi santai aja juga nih, memangnya kenapa?”
Anak: “Gini, Pak besok kan aku les, kalau habis pulang les boleh langsung
main?”
Bapak: “Memangnya kamu nggak ada PR dari sekolah?”
Anak: “ Ada, Pak, tapi sudah dikerjakan.”
Bapak: “Mau pergi kemana? Jauh ya?”
Anak: “Dekat kok. Cuma main ke rumah teman aja, Pak.”
Ibu: “Kamu main sama siapa aja?”
Anak: “Putri, Dinda, sama Vina, bu.”
Ibu: “Gimana, Pak, Dea boleh main sama temannya nggak?”
Anak: “Gimana Pak, Dea boleh main sama temen dea ‘kan?”
Bapak: “Iya, kamu boleh main sama teman kamu, tapi ingat pulangnya jangan
malam-malam.”
Anak: “Oke, Pak. Nanti Dea pulangnya nggak sampai malam.”
Bapak: “Ingat ya, boleh main tapi jangan malam-malam.”
Ibu: “ Kalau main jangan sampai lupa makan.”
Anak: “Oke, Pak. Oke bu.”
Bapak: “Dea, kamu nggak tidur?”
Anak: “Iya, Pak, ini aku mau ke kamar langsung tidur. Selamat mlam.”
Bapak: “Selamat malam.”
Ibu: “Selamat tidur.”
Contoh Negosiasi Pengumpulan Tugas
Guru: “Selamat pagi, anak-anak
Para Siswa: “Selamat pagi, Pak.”
Guru: “Apakah kalian semua sudah mengerjakan PR?”
Steven: “Saya belum mengerjakan PR?”
Guru: “Kenapa kamu belum mengerjakan PR?”
Steven: “Saya lupa, Pak kalau hari ini ada pengumpulan tugas.”
Guru: “Terus kamu mau diberikan hukuman apa?”
Steven: “Tidak tahu, Pak.”
Guru: “Bagaimana kalau kamu dihukum dijemur di lapangan?”
Steven: “Jangan, Pak. Nanti saya kepanasan.”
Guru: “Itu kan salah kamu karena tidak mengerjakan PR.”
Steven: Iya, Pak, tapi apakah hukumannya bisa diganti saja?”
Guru: “Ya Sudah, bagaimana kalau kamu berdiri di depan kelas selama mata
pelajaran Bapak?
Steven: “Waktunya tidak bisa dikurangi, Pak?”
Guru: “Tidak bisa!”
Steven: “Benar-benar tidak bisa kurang waktunya, Pak?”
Guru: “Tidak bisa!”
Steven: “Baik, Pak. Saya akan berdiri di depan kelas selama mata pelajaran
Bapak.”
Guru: “Lain kali kamu jangan lupa mengumpulkan tugas ya.”
Steven: “Baik, Pak. Kedepannya saya akan mengumpulkan tugas.”
3. Contoh Teks Negosiasi Antar Teman
Andi: “Gus, hari ini aku boleh
meminjam catatan tadi, tidak?”
Agus: “Yah, belum bisa, soalnya aku ingin mempelajarinya.”
Andi: “Satu hari saja tidak boleh? Besok sudah pasti aku kembalikan”
Agus: “Memangnya, kenapa kamu meminjam catatan hari ini?”
Andi: “Tadi aku ketinggalan ketika Pak Guru sedang catatan di papan
tulis.”
Agus: “Apakah kamu benar kalau besok akan mengembalikannya?”
Andi: “Benar, gus, saya janji akan mengembalikannya besok.”
Agus: “Baiklah, aku akan pinjamkan, buku catatanku.”
Andi: “Terima kasih, gus, sudah meminjamkan buku catatan.”
4. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah
Guru: Pagi anak-anak, hari ini kita akan
ujian matematik
Para murid: Baik, pak
Ketua kelas: Pak, maaf, hari ini putri sedang sakit, apakah dia bisa dibawa ke
UKS?
Guru: Saran bagus, Bella. Sebaiknya, Putri diantar oleh temannya agar tidak
terjadi apa-apa.
Ketua kelas: Baik pak, Putri akan segera saya antar ke ruang UKS.
Putri: Tapi, pak, saya tetap ingin megikuti ujian matematika, apakah masih
boleh?
Guru: Sebaiknya, jangan Putri karena nanti kamu menjadi tidak fokus.
Putri: Saya, tidak ingin mengikuti ulangan susulan.
Guru: Putri, kesehatan itu penting, jadi kamu perlu ke UKS terlebih dahulu.
Setelah kamu sehat, kamu akan lebih fokus dalam mengerjakan ujian metematika.
Putri: Baik pak, saya akan segera ke ruang UKS bersama Bella.
Kesimpulan
Demikianlah pembahasan tentang pengertian
teks negosiasi, struktur negosiasi, jenis-jenis teks negosiasi, hingga contoh
teks negosiasi. Dari semua pembahasan yang sudah dijelaskan dapat disimpulkan
bahwa teks negosiasi merupakan suatu teks yang beirisi tentang pengenalan dan
berakhir dengan persetujuan. Jika, persetujuan sama-sama menguntungkan
menandakan bahwa negosiasi berhasil. Namun, jika kedua belah pihak sama-sama
tidak setuju, maka kegagal negosiasi akan terjadi.
Apa ciri-ciri karakteristik teks negosiasi?
a.
Berupa dialog tapi terkadang juga ada yang berbentuk sebuah proposal penawaran.
Hal tersebut bergantung pada konteks keperluannya. b. Ada lawan yang bisa
diajak dialog, apabila dialog sendiri berarti itu bukan termasuk negosiasi. c.
Berupa kegiatan , baik secara tertulis ataupun lisan, langsung ataupun
tidak langsung. d. Munculnya proses negosiasi karena adanya perbedaan antara
dua belah pihak. e. Tujuan akhir dari negosiasi adalah mendapatkan kesepakatan.
Apa yang dimaksud struktur teks negosiasi?
Struktur
negosiasi terdiri dari, Orientasi, Permintaan, Pemenuhan, Penawaran,
Persetujuan, Pembelian, dan Penutup
Ada berapakah struktur teks negosiasi?
Struktur
teks negosiasi ada tujuh, yaitu 1. Orientasi 2. Permintaan 3. Pemenuhan 4.
Penawaran 5.Persetujuan 6. Pembelian 7. Penutup
Apa yang dimaksud dengan teks negosiasi?
Teks negosiasi merupakan suatu bentuk interaksi sosial
yang biasanya berfungsi sebagai media untuk mencapai suatu penyelesaian bersama
antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak tersebut akan berusaha
menyelesaikan perbedaan yang muncul dengan cara berinteraksi dan mencari solusi
dengan tidak merugikan salah satu pihak.
Komentar
Posting Komentar