Teks Laporan Hasil Observasi
Teks Laporan Hasil
Observasi: Pengertian, Tujuan, Struktur & Cara Menyusunnya | Bahasa
Indonesia Kelas 10

—
Pengertian
Teks Laporan Hasil Observasi (LHO)
Observasi adalah proses
untuk mendapatkan sebuah data informasi melalui pengamatan. Nah, hasil
pengamatan itu, ditulis dalam laporan, atau teks laporan hasil observasi.
Jadi, dengan kata lain, teks laporan hasil observasi adalah teks
yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai suatu objek atau situasi,
setelah diadakannya investigasi atau penelitian secara sistematis. Teks laporan hasil
observasi sering juga disingkat menjadi teks LHO.
Tujuan
Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil
observasi biasanya berisi fakta-fakta yang dapat dibuktikan secara
ilmiah. Tujuan teks
laporan hasil observasi adalah untuk mendapatkan informasi dan penjelasan rinci
mengenai suatu hal dari sudut pandang keilmuan kepada pembaca.
Ciri-Ciri
Teks Laporan Hasil Observasi
Agar kamu lebih mudah
membedakan teks ini dengan jenis teks yang lain, berikut ciri-ciri teks laporan
hasil observasi yang bisa kamu pahami:
1.
Bersifat Objektif
Objektif di sini maksudnya
adalah teks lho harus disajikan sesuai dengan keadaan objek yang sebenarnya.
Tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau pendapat pribadi yang sifatnya subjektif.
Teks lho juga harus bersifat universal. Artinya, tidak memihak kepada pihak
tertentu.
2. Berdasarkan
Fakta
Masih ada kaitannya
dengan ciri yang pertama. Teks lho haruslah ditulis berdasarkan fakta yang
dilakukan di lapangan. Jadi, nggak boleh tuh yang namanya manipulasi data atau
sumber saat membuat teks laporan hasil observasi.
3.
Bersifat Khusus atau Spesifik
Maksudnya, topik atau
objek yang dibahas dalam teks laporan hasil observasi sifatnya spesifik.
Misalnya, kamu ingin membahas tentang bahaya boraks pada makanan. Berarti
fokusnya nanti hanya uji coba boraks ke beberapa sampel makanan untuk
mengetahui bahayanya.
4.
Disajikan secara Lengkap
Maksudnya, struktur
penulisan teks lho haruslah lengkap dan runut dari pendahuluan, isi, hingga
simpulan. Jadi, pembaca juga tidak bingung untuk memahami maksud dari isi teks
lho ini.
5.
Disajikan Menarik dan Mudah Dimengerti Pembaca
Terakhir, teks laporan
hasil observasi bisa dirangkai semenarik mungkin, dan dengan bahasa yang
efektif. Tujuannya, agar pembaca jadi tertarik untuk memahami isi dari teks
lho.

Lalu, bagaimana sih cara
membuat teks laporan hasil observasi itu? Yuk, ketahui terlebih dahulu apa saja
kaidah kebahasaan dan struktur teks laporan hasil observasi.
Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur teks laporan
hasil observasi terdiri dari judul, klasifikasi umum, deskripsi, dan penutup
atau kesimpulan. Nah, berikut ini penjelasan lengkapnya!
1. Judul
Berisi judul teks laporan
hasil observasi yang ingin kamu susun.
2. Klasifikasi Umum
Berisi gambaran umum
mengenai objek yang ingin diamati.
3. Deskripsi
Berisi penjelasan manfaat
dari objek yang sedang diamati disertai hasil pengamatannya.
4. Penutup/Kesimpulan
Berisi simpulan dari
laporan yang kamu buat.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil
Observasi
Untuk membuat teks
laporan hasil observasi, pertama, kita harus tau dulu nih kaidah kebahasaan
teksnya. Tentunya, kaidah kebahasaan inilah yang membedakan teks laporan hasil
observasi dengan teks-teks yang lain, ya. Ada apa aja, sih?
1.
Menggunakan kalimat definisi
Pada teks laporan hasil
observasi, kita sering menggunakan kalimat definisi. Biasanya, ditandai dengan
kata adalah pada pernyataan umum yang
menyatakan pengertian atau definisi dari aspek yang akan dibahas.
Contoh: Kemangi atau disebut basil adalah
dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau
…
2. Menggunakan konjungsi atau kata hubung
Kemudian, kita juga
menggunakan konjungsi atau kata hubung, teman-teman. Konjungsi yang digunakan
ini adalah kata hubung antarkata, seperti dan, atau, yang, untuk, dengan, dan sebagainya.
Contoh: Kemangi atau disebut basil adalah
dedaunan kecil yang memiliki aroma khas dan lembut dengan sentuhan aroma limau
…
3.
Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks
Kalimat simpleks adalah kalimat yang menggunakan satu
verba dan menyatakan aksi (peristiwa atau keadaan) atau biasanya disebut
kalimat tunggal.
Contohnya: Setelah
dingin, kembali peras-peras daun
kemangi.
Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri dari dua
struktur atau lebih dengan dua verba.
Contohnya: Kemangi dapat
disulap menjadi toner yang bisa digunakan sebelum tidur setelah wajah dicuci bersih.
4.
Menggunakan sinonim dan antonim
Selain itu, pada teks
laporan hasil observasi juga menggunakan sinonim atau antonim.
Contoh antonim: Kemangi dapat disulap menjadi
toner yang bisa digunakan sebelum tidur setelah wajah dicuci bersih.
Contoh sinonim: Kemangi berguna sebagai salah satu daun yang sangat
berpengaruh pada kesehatan, seperti vitamin A, B, dan C yang memberikan manfaat bagi tubuh.
5.
Menggunakan data
Data yang ada umumnya berupa angka pasti
untuk menunjukkan ukuran suatu bahan yang digunakan.
Contoh: Bahan yang digunakan adalah 100 gr daun kemangi dan 200 ml air panas.
Nah, setelah mengetahui kaidah kebahasaan dan
struktur teks laporan hasil observasi, kita lanjut ke langkah-langkah membuat
teksnya, ya. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan. Di antaranya sebagai
berikut:
Cara
Membuat Teks Laporan Hasil Observasi
Bagaimana cara menyusun
teks laporan hasil observasi yang benar dan menarik? Yuk, perhatikan
langkah-langkahnya berikut ini:
1.
Tentukan tema kegiatan observasi
Sebelum
melakukan kegiatan observasi, kamu perlu menentukan terlebih dahulu tema objek
yang ingin kamu teliti. Misalnya, seputar makanan, minuman, tumbuhan, hewan,
maupun proses terjadinya fenomena alam.
2.
Tentukan tujuan observasi
Seletah
menentukan tema kegiatan observasi, langkah berikutnya adalah menentukan tujuan
dilakukannya penelitian tersebut.
3. Melakukan
proses observasi
Kemudian,
proses observasi atau penelitian pun dilakukan. Pastikan kamu melakukannya
dengan teliti dan hati-hati ya, supaya hasil yang diperoleh sesuai dengan
prediksi dan akurat.
4.
Menyusun kriteria aspek yang harus dilaporkan
Setelah melakukan observasi dan mendapatkan
data-datanya, kita harus menyusun kriteria aspek yang akan dibahas,
dideskripsikan dan dilaporkan dalam teks laporan hasil observasi.
5.
Membatasi aspek yang harus dilaporkan
Kita harus membatasi aspek apa saja yang
harus dilaporkan, agar tidak keluar dari tujuan yang sudah dibuat.
6. Mulai
mendeskripsikan unsur-unsur yang dijelaskan sesuai aspeknya
Dimulai dengan mendefinisikan atau
mengartikan aspek yang dipilih berupa pernyataan umum. Jangan lupa untuk
menggunakan kaidah kebahasaan kalimat definisi.
7.
Melengkapi teks laporan hasil observasi dengan data dan gambar
Setelah dibuat definisi aspek yang dipilih,
tambahkan data-data yang didapatkan dari hasil observasi bisa berupa gambar
atau data yang berupa angka yang menunjukkan suatu ukuran. Jangan lupa gunakan
kaidah kalimat simpleks dan kompleks, konjungsi, sinonim, dan antonim.
8. Membuat
simpulan hasil observasi
Setelah dilengkapi dengan data dan gambar,
kita bisa membuat kesimpulan dari hasil observasi yang telah kita lakukan.
Contoh
Teks Laporan Hasil Observasi
Kondisi Hutan Mangrove di Desa Teluk Naga
Hutan mangrove adalah
ekosistem unik yang terletak di pesisir tropis dan subtropis, tepatnya di
antara daratan bertemu dengan laut. Hutan ini dikenal dengan keanekaragaman
spesies tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya, serta fungsinya untuk
melindungi garis pantai dari erosi. Desa Teluk Naga memiliki hutan mangrove
yang penting bagi komunitas local secara ekologis dan ekonomi.
Hutan mangrove di Desa
Teluk Naga mencakup area seluas 15 hektar. Tumbuhan mangrove di hutan ini tumbuh
subur dengan kondisi tanah berlumpur dan salinitas yang bervariasi. Tanaman
tampak sehat dan tidak ada tanda-tanda kerusakan parah. Hutan mangrove dilapisi
oleh lapisan lumpur yang tebal, dengan beberapa area terkena pengaruh pasang
surut air laut. Terdapat beberapa jalur akses untuk kegiatan peneliti dan
pengunjung.
Masyarakat setempat
memanfaatkan hutan mangrove untuk mencari hasil laut, seperti kepiting dan
udang. Hutan mangrove di Desa Teluk Naga juga menjadi objek wisata alam.
Beberapa jalur telah disiapkan untuk wisatawan, dan ada pusat informasi yang
memberikan edukasi tentang ekosistem mangrove. Penelitian dan kegiatan
konservasi juga melibatkan masyarakat.
Namun, ada beberapa
tantangan terkait kebersihan dan pengelolaan, terutama mengenai sampah plastik
yang masuk ke area hutan. Beberapa upaya diperlukan untuk meningkatkan
pengelolaan sampah dan memastikan keberlanjutan ekosistem mangrove. Misalnya
seperti memperkuat program konservasi dan edukasi kepada masyarakat tentang
pentingnya hutan mangrove, serta mengajak masyarakat dalam kegiatan konservasi
dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hutan mangrove. Dengan pengelolaan
yang baik dan upaya konservasi yang berkelanjutan, hutan mangrove ini dapat
terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Identifikasi Struktur:
·
Pernyataan
Umum: pernyataan umum berada di paragraf 1, yang berisi penjelasan umum tentang
hutan mangrove di Desa Teluk Naga, seperti kondisi ekosistem, keanekaragaman
tumbuhan dan hewan, serta fungsinya.
·
Deskripsi
Bagian: Deskripsi bagian ada pada paragraf 2, yang berisi penjelasan mengenai
luas area, kondisi tanaman, tanah, dan jalur akses ke sana.
·
Deskripsi
Manfaat: Deskripsi bagian ada pada paragraf 3, yang berisi tentang manfaat
hutan mangrove bagi manusia.
·
Kesimpulan:
Kesimpulan berada di Paragraf 4 karena berisi beragam upaya yang dapat
dilakukan untuk menjaga kelestarian ekosistem di hutan mangrove.
Komentar
Posting Komentar