Teks Biografi
Pengertian Teks Biografi: Ciri,
Struktur, Manfaat Dan Contoh Serta Pembahasannya
Teks Biografi –
Kamu pasti sudah pernah membaca teks yang menceritakan tentang kisah hidup
seseorang, dari yang Kamu kenal hingga yang baru Kamu kenal setelah membaca
teks tersebut. Cerita tentang tokoh terkenal yang pasti pernah Kamu temui,
misalnya yaitu seperti Ir. Soekarno, R. A. Kartini, BJ Habibie, dan lain
sebagainya. Cerita tokoh terkenal tersebut yang ditulis orang lain ini biasa
disebut dengan teks biografi.
Nah, bagi Kamu yang ingin memahami tentang
teks biografi, artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian, ciri-ciri,
struktur, kaidah kebahasaan, jenis, manfaat, dan tentunya contoh dari teks
biografi.
·
A. Pengertian Teks Biografi
Teks biografi dapat dipahami sebagai teks
yang berisi tentang kisah atau cerita seseorang yang selama hidupnya memiliki
banyak nilai yang patut diteladani bagi pembaca. Teks biografi pada dasarnya
adalah cerita tentang seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain, hal ini
dilakukan agar teks biografi dari tokoh mampu memberikan teladan kepada banyak
orang yang membacanya. Oleh karena itu, teks biografi harus ditulis tentang
kehidupan tokoh, mulai dari masalah yang dihadapi, perjuangan yang
dilakukannya, hingga keberhasilan yang didapatkan.
Selain membahas tentang kehidupan yang
memiliki nilai teladan, teks biografi juga membahas tentang latar belakang dari
tokoh tersebut. Hal ini yang membuat teks biografi sering digunakan untuk
memberikan contoh atau teladan yang baik kepada para pembaca. Tujuan dari
membaca teks biografi sendiri yaitu untuk mengenal tokoh dan mengetahui
pemikiran dan tindakan yang dilakukan ketika menghadapi segala masalah dalam
hidup.
Hampir sama dengan teks biografi, salah
satu jenis dari teks lainnya yang menceritakan tentang kisah hidup seseorang
adalah teks autobiografi. Perbedaan antara teks biografi dengan teks
autobiografi yaitu terletak pada penulisnya. Apabila teks biografi adalah teks
tentang kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain, teks autobiografi
merupakan cerita atau kisah hidup seseorang yang ditulis oleh tokohnya sendiri.
B. Ciri-Ciri Teks Biografi
Setelah Kamu mengetahui pengertian tentang
teks biografi, berikut ini akan dijelaskan tentang ciri-ciri teks biografi yang
perlu diketahui. Ciri-ciri pada sebuah teks sendiri memiliki fungsi untuk
membedakan satu teks dengan teks yang lain. Berikut ini adalah beberapa
ciri-ciri dari teks biografi, diantaranya yaitu:
1. Teks biografi harus berisi tentang fakta
dari pengalaman hidup dari tokoh.
2. Teks biografi memiliki bentuk penyajian
narasi atau penceritaan.
3. Teks biografi menceritakan peristiwa
penting yang pernah dialami tokoh dalam hidupnya, sehingga pembaca mendapatkan
inspirasi, motivasi, dan tentunya teladan bagi kehidupannya
.
C. Struktur Teks Biografi
Setelah menyimak penjelasan mengenai
pengertian dan ciri-ciri dari teks biografi, berikut ini Kamu akan disajikan
penjelasan tentang struktur dari teks biografi. Struktur pada teks sendiri
memiliki fungsi sebagai kerangka untuk membangun isi cerita dari teks biografi.
1. Orientasi
Bagian pertama dari struktur teks biografi
adalah orientasi. Rangkaian orientasi sendiri memuat awalan atau pengenalan
tentang tokoh yang diangkat. Pengenalan dari tokoh di awal teks biografi cukup
ditulis secara umumnya saja. Sebelum Kamu menulis orientasi atau pengenalan
pada teks biografi, Kamu perlu menyiapkan informasi tentang nama tokoh, latar
belakang keluarga tokoh, riwayat pendidikan, hingga alamat rumah dari tokoh.
Kemudian informasi yang telah berhasil diperoleh tersebut dapat ditulis dengan
menggunakan gaya penulisan naratif.
2. Peristiwa dan Masalah
Bagian kedua dari struktur teks biografi
adalah peristiwa dan masalah atau sering disebut juga dengan rangkaian
peristiwa. Peristiwa dan masalah sendiri memiliki isi tentang peristiwa apa
saja yang pernah dialami oleh tokoh secara urut. Dalam penulisan peristiwa dan
masalah dalam teks biografi juga seharusnya ditulis sesuai dengan ketentuan
waktu.
Dalam penulisan teks biografi biasanya
penulis menyajikan setiap pengalaman yang pernah dialami tokoh dengan disertai
persoalan dan konflik. Hal ini akan lebih memudahkan pembaca dalam memahami
setiap peristiwa yang pernah dialami tokoh sehingga dapat dijadikan
pembelajaran yang sangat baik. Selain menuliskan pengalaman, persoalan atau
konflik dari tokoh, penulis juga perlu menyajikan solusi yang dilakukan tokoh
sehingga memperkuat muatan pada teks biografi.
3. Reorientasi
Bagian ketiga dari struktur teks biografi
adalah reorientasi atau penutup. Beberapa ahli menyebutkan bahwa reorientasi
sendiri sebenarnya merupakan struktur yang bersifat opsional, hal itu berarti struktur
ini boleh ada dan juga boleh tidak ada dalam teks biografi. Reorientasi ini
biasanya memuat beberapa pendapat dari penulis, mulai dari tanggapan dari
penulis terhadap tokoh yang ditulis dan simpulan dari penulis tentang cerita
tokoh.
Namun, dari tiga struktur yang paling
banyak digunakan dalam teks biografi tersebut, Mulyadi mengungkapkan bahwa
penulisan teks biografi tidak memiliki struktur yang mutlak untuk digunakan.
Penulis memiliki kebebasan dalam menyusun cerita tentang tokoh, hal yang paling
penting dalam penulisan teks biografi adalah kemampuan penulis dalam
menggambarkan peristiwa yang dialami tokoh yang diangkat.
D. Kaidah Kebahasaan Teks Biografi
Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri,
hingga struktur dari teks biografi, selanjutnya Kamu akan dijelaskan tentang
kaidah kebahasaan dari teks biografi. Kaidah kebahasaan sendiri dapat dikatakan
sebagai gaya bahasa yang dimiliki teks tertentu. Kaidah kebahasaan sering
memiliki fungsi untuk membedakan antara teks biografi dengan dengan teks yang
lain. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan yang biasa digunakan dalam menulis
teks biografi, diantaranya yaitu:
1. Kaidah kebahasaan yang pertama dalam
teks biografi yaitu kata ganti atau pronomina. Penggunaan kata ganti orang
ketiga tunggal atau biasa disebut dengan pronomina ini biasanya dipakai secara
bergantian dengan cara menyebutkan nama tokoh atau nama panggilan tokoh yang
diangkat. Contoh kata ganti orang ketiga tunggal dalam teks biografi, yaitu
seperti “dia” atau “ia” atau “beliau”.
2. Kaidah kebahasaan yang kedua dalam teks
biografi adalah kata kerja tindakan. Penggunaan kata kerja tindakan ini banyak
digunakan untuk menjelaskan peristiwa atau tindakan yang dilakukan oleh tokoh
yang diangkat. Contoh kata kerja tindakan dalam teks biografi, yaitu seperti
“berjalan”, “berbicara”, “belajar”, “membaca”, “menulis”, “melempar”.
3. Kaidah kebahasaan yang ketiga dalam teks
biografi adalah kata adjektiva. Penggunaan kata adjektiva banyak digunakan
dalam teks biografi untuk memberikan informasi tentang sifat-sifat tokoh secara
detail. Contoh kata adjektiva atau sifat untuk menjelaskan karakter tokoh dalam
teks biografi yaitu seperti “pandai”, “tekun”, “ulet”, “rajin”, “giat”, dan
lain sebagainya. Tidak hanya itu, dalam menjelaskan kisah tokoh dalam teks biografi
biasanya menggunakan kata kopulatif sebelum kata sifat, misalnya seperti
“adalah” atau “merupakan”.
4. Kaidah kebahasaan yang keempat dalam
teks biografi yaitu kata kerja pasif. Kata kerja pasif sendiri banyak dipakai
penulis untuk menjelaskan peristiwa dan masalah yang dialami tokoh. Contoh kata
kerja pasif dalam teks biografi, yaitu seperti “dipilih”, “disuruh”,
“ditugaskan”, “diperintah, “diberi”.
5. Kaidah kebahasaan yang kelima dalam teks
biografi yaitu kata sambung, kata depan, atau nomina yang berkaitan dengan
urutan waktu. Ketiga jenis kata tersebut banyak digunakan untuk lebih
memudahkan penjelasan antar peristiwa dan masalah. Contoh penggunaan kaidah
kebahasaan jenis ini dalam teks biografi, misalnya seperti, “sesudah”,
“sampai”, “setelah”, “pada saat”, “kemudian”, “selanjutnya”, “selama”, “saat
itu”.
6. Kaidah kebahasaan yang terakhir dalam
teks biografi adalah kata kerja. Kata kerja sendiri banyak digunakan merupakan
kata kerja yang berkaitan dengan kondisi mental untuk menjelaskan penggambaran
dari tokoh yang diangkat. Contoh penggunaan kata kerja mental dalam teks
biografi, misalnya seperti , “menyetujui”, “menginspirasi”, “memahami”,
“meyakinkan’, “mencintai”.
E. Manfaat Teks Biografi
Jika sebelumnya sudah dibahas tentang
pengertian, struktur, dan unsur-unsur kebahasaan teks biografi, ada manfaat
lain. Barangkali kamu penasaran, apa sih manfaat teks biografi? Berikut
beberapa manfaat yang bisa didapatkan.
1. Bisa Mengenal Tokoh Lebih Dekat
Manfaat teks biografi yang pertama, baik
disadari ataupun tidak, kita akan lebih mengenal tokoh yang dituliskan. Ada
pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang. Itulah salah satu
manfaat dari penulisan teks biografi, dimana kita akan lebih kenal meski tidak
pernah bertemu secara langsung. Selain itu, kita juga bisa belajar dari
perjalanan hidup mereka serta perjuangan seorang tokoh yang menginspirasi.
2. Belajar Tentang Keteladanan
Manfaat yang kedua dari teks biografi
adalah kita akan belajar banyak hal mengenai keteladanan seorang tokoh. Di
dalam teks biografi pasti akan ada poin-poin dan juga keteladanan yang ingin
disampaikan kepada para pembacanya. Misalnya saja tentang keteladanan dalam
menghadapi masalah hidup dan menjadi seseorang yang dihormati.
3. Membangun Sebuah Motivasi
Ketika membaca teks biografi, tanpa
disadari sebenarnya kita akan belajar banyak tentang motivasi. Misalnya saja
motivasi untuk meraih mimpi, motivasi dalam menghadapi kehidupan, dan masih
banyak lagi. Jika berbicara tentang motivasi, terdapat dua dorongan motivasi
yaitu dorongan dari dalam diri sendiri dan dari luar.
4. Memahami Keputusan Tokoh Dalam BIografi
Dalam teks biografi, ada banyak sekali
pesan dan gagasan dari tokoh yang digambarkan oleh penulis. Gagasan atau pesan
yang dimunculkan penulis ini bisa jadi akan berbeda dengan pendapat yang Kamu
miliki. Dengan semakin banyak membaca teks biografi, maka Kamu akan lebih
toleran atau lebih terbuka dengan pendapat dari orang lain, salah satunya tokoh
dari teks biografi.
5. Berpikir Analitis
Manfaat yang diberikan ketika Kamu membaca
teks biografi adalah berpikir kritis dan analitis. Seperti yang sudah
diungkapkan dalam banyak penelitian, bahwa membaca dapat membuat sel saraf
menjadi terstimulasi sehingga melakukan proses berpikir. Oleh karena itu, salah
satu cara membaca yang baik adalah dengan membaca teks biografi. Selain itu,
teks biografi tentang para pemikir banyak menyisipkan pemikiran-pemikiran
penting dari tokoh.
F. Contoh Teks Biografi
1. Contoh Teks Biografi 1
Biografi Singkat R. A. Kartini
Raden Ajeng Kartini lahir pada tahun 1879
di kota Rembang. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada
adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar, ia tidak diperbolehkan
melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orang tuanya. Ia dipingit
sambil menunggu waktu untuk dinikahkan.
Kartini kecil sangat sedih dengan hal
tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak
durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran
dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan
ditemani Simbok (Pembantunya).
Akhirnya membaca menjadi kegemarannya,
tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada
kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu
menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan
berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia).
Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya di
dapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan
teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan
lainnya. Ditengah kesibukannya, ia tidak berhenti membaca dan juga menulis
surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak beberapa lama ia
menulis surat pada Mr.J.H.Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk
belajar di negeri Belanda.
Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat
dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh kedua orangtuanya dengan Raden
Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah, ia ikut suaminya ke daerah Rembang.
Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita.
Berkat kegigihannya, Kartini berhasil mendirikan sekolah Wanita di Semarang,
Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah
tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi
sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan
antara yang miskin dan kaya.
Pada tanggal 17 September 1904, Kartini
meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putera
pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon mengumpulkan dan membukukan
surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di
Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis
Gelap Terbitlah Terang”.
2. Contoh Teks Biografi 2 Beserta Analisis Strukturnya
Biografi JK Rowling
Orientasi
Joanne Kathleen Rowling atau JK Rowling
merupakan seorang penulis yang sempat menggemparkan dunia. Keberhasilannya
mengantar tiga novel seri remaja Harry Potter membuatnya dikenal di publik.
Bagaimana tidak, novel tersebut terus menjadi best seller saat itu. Dengan
penggemarnya hasil karya itu membuat kekayaan Rowling meningkat pesat. Jumlah
pendapatan kian bertambah saat seri keempat Harry Potter rilis dan menjadi buku
yang paling laris di dunia. Total penjualan novel keempat Harry Potter dan
Piala Api menyentuh angka 450 juta kopi.
Peristiwa Penting
JK Rowling lahir pada 31 Juli 196 di Yate,
Inggris. Beliau merupakan seorang kutu buku dan gemar menulis cerita. Saat
remaja beliau bersekolah menengah di Wydeyan. Sebetulnya, Rowling ingin
melanjutkan sekolah di Universitas Oxford, sayangnya tidak berhasil tembus.
Jadi, ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di jurusan bahasa Prancis di
Universitas Exeter. Setelah berhasil lulus, sang penulis memutuskan bekerja
sebagai seorang pengajar.
Kisah penulisan novel Harry Potter muncul
di benak JK Rowling saat kereta yang ditumpanginya mengalami keterlambatan.
Rowling berencana untuk melakukan perjalanan dari Manchester menuju London pada
1990. Dari mulai penulisan, ada banyak lembaran yang berhasil ditulis. Ribuan
lembar kertas berhasil ditulis dengan penuh jerih payah. Perjuangannya tak usai
dengan memutuskan untuk mengetiknya pada mesin ketik lama. Bahkan penulisan
harus berulang kali agar semua naskah terkumpul dan nantinya bisa dikirim ke
berbagai penerbit.
Reorientasi
Setelah naskah selesai ditulis, perjuangan JK Rowling
belum usai. Sebab, kebanyakan dari penerbit menolaknya. Terhitung ada delapan
perusahaan penerbitan menolaknya. Untungnya, ia tidak pernah menyerah begitu
saja. Sifat pantang menyerah demikian membuatnya berhasil diterima di kantor
penerbit bernama Bloomsbury. Tercatat Bloomsbury pula yang menjadi pertama yang
menerbitkan novel Harry Potter pada bulan Juni 1997. Penjualan novel sampai
menjadi best seller dengan total pendapatan mencapai 4.000 dolar. Keberuntungan
kian datang setelah kisah Harry Potter berhasil begitu diidolakan dan laku di
pasaran
Komentar
Posting Komentar