Teks Berita
Struktur Teks Berita: Pengertian,
Ciri-Ciri, Unsur, Kaidah Kebahasaan, hingga Contohnya
Struktur Teks Berita –
Pada saat mendengarkan teks berita, kira-kira bayangan apa yang muncul di benak
teman-teman semuanya? Tentunya saja, hal yang paling identik dengan teks berita
adalah koran, majalah, hingga berbagai acara berita di televisi dan kanal
sosial media. Dengan semakin berkembangnya teknologi, ada banyak sekali perubahan
yang terjadi dalam bidang pemberitaan. Namun, struktur dari teks berita
tetaplah sama, justru semakin relevan untuk pembaca.
Di era keterbukaan informasi seperti
sekarang ini, teks berita bisa Kamu dapatkan dengan sangat mudah. Apabila
sebelumnya untuk membaca berita di koran Kamu harus berlangganan terlebih
dahulu. Sekarang, Kamu cukup membuka smartphone atau ponsel pintar untuk
menemukan dan membaca teks berita.
Nah, apa Kamu tahu definisi sebenarnya dari
teks berita? Selain itu, apa Kamu juga sudah paham terkait struktur teks berita
yang baik untuk digunakan? Dalam artikel ini, Kita akan mempelajari tentang
berbagai hal soal teks berita, mulai dari pengertian, struktur, kaidah
kebahasaan, jenis, dan tentunya contoh sekaligus pembahasan tentang teks berita.
A. Pengertian Teks Berita
Secara umum, teks berita dapat diartikan
sebagai sebuah teks berisi segala peristiwa yang terjadi di seluruh dunia.
Beberapa ahli juga mengatakan bahwa teks berita bisa dibentuk. Teks berita
menggunakan berbagai media untuk melakukan publikasi kepada pembaca, mulai dari
dalam bentuk koran, majalah, radio, televisi, internet, maupun inovasi media
yang lain.
Teks berita pada dasarnya merupakan salah
satu teks dalam materi bahasa Indonesia yang ada di sekolah. Yang mana teks berita
dapat dipahami sebagai teks laporan yang menyampaikan suatu peristiwa,
kejadian, atau informasi yang sudah atau sedang terjadi. Meskipun begitu, teks
berita tidak selalu disampaikan dalam wujud teks saja. Teks berita bisa juga
disuguhkan melalui media lisan kepada para pendengarnya, salah satu contoh
bentuk teks berita berupa media lisan adalah program-program berita di televisi
dan internet.
Berdasarkan Explore Bahasa Indonesia (2019)
yang ditulis oleh Erwan Rachmat, bahwa tidak semua peristiwa bisa menjadi
sebuah berita. Seiring berkembangnya dunia, ada beberapa kriteria yang diyakini
untuk sebuah peristiwa layak disampaikan kepada pembaca atau pendengar.
Beberapa kriteria peristiwa yang bisa dibuat berita, yaitu aktual (terjadi
baru-baru ini), faktual (berdasarkan fakta), penting, menarik, dan bermanfaat
bagi masyarakat.
Misalnya saja, Kita pasti pernah mendengar
berita tentang bencana tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004. Berita
tersebut secara kriteria sudah tidak memiliki nilai aktual, hal itu dikarenakan
peristiwa tsunami yang melanda Aceh sudah lama berlalu. Sementara itu, kriteria
yang kedua bahwa berita harus faktual. Sebuah fiksi seperti film atau fiksi
tidak bisa dijadikan berita, hal itu dikarenakan tidak berangkat dari kejadian
yang benar-benar terjadi.
Kemudian, sebuah teks berita seharusnya
disusun dengan menggunakan rumus 5W + 1H. 5W + 1H sendiri merupakan beberapa
pertanyaan dasar yang meliputi what, who, where, when, why, dan how. Dalam
bahasa Indonesia, rumus 5W + 1H biasa disebut dengan istilah ADIKSIMBA.
ADIKSIMBA memiliki arti yang sama dengan 5W + 1H, yaitu apa, di mana, kapan,
siapa, mengapa, dan bagaimana..
Dengan menaati tiga kriteria berita menurut
Erwan Rachmat dan memahami unsur teks berita (ADIKSIMBA atau 5W + 1H), maka
Kamu sudah dapat membentuk struktur teks berita. Struktur teks berita menjadi
penting dikarenakan sebagai salah satu pola pengembangan teks berita menjadi
kesatuan yang utuh.
B. Struktur Teks Berita
Setelah mengetahui tentang pengertian dan
beberapa unsur dari teks berita, pada bagian ini Kita akan membahas secara
lengkap mengenai struktur teks biografi. Struktur memiliki fungsi sebagai kerangka
untuk membentuk teks berita. Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan di atas,
bahwa struktur teks berita memiliki peran penting karena dapat menyatukan
berbagai unsur berita menjadi utuh.
Nah, berikut ini adalah tiga struktur teks
berita yang penting untuk diperhatikan sebelum menyampaikan suatu peristiwa
atau kejadian menjadi sebuah berita, diantaranya yaitu:
1. Orientasi Berita
Bagian atau struktur pertama teks berita
adalah orientasi berita. Orientasi berita biasanya dan selalu berada di bagian
awal paragraf teks berita, yang mana memiliki fungsi sebagai bagian pembuka.
Orientasi berita sendiri dapat diartikan sebagai bagian dari teks berita yang
berisi pengenalan terkait masalah atau peristiwa yang akan dibahas dalam sebuah
berita.
Pada bagian ini, seorang penulis yang ingin
membuat teks berita dapat menjelaskan informasi awal mengenai peristiwa. Tujuan
dari orientasi berita adalah membuat pembaca dapat mengetahui informasi atau
peristiwa apa yang akan dibaca pada bagian teks selanjutnya. Oleh karena itu,
orientasi berita harus disusun dengan menarik dan mampu memberikan gambaran
tentang informasi yang ditulis. Hal ini menjadi penentu pembaca untuk
melanjutkan membaca teks berita atau tidak.
2. Peristiwa
Bagian atau struktur kedua dari teks berita
yang perlu Kamu perhatikan adalah peristiwa. Pada bagian ini, penulis bisa
menceritakan dan mendeskripsikan tentang peristiwa atau kejadian kepada
pembaca. Cerita dan penjelasan dapat disajikan secara detail dan lengkap serta
sesuai dengan urutan waktu atau kronologis.
Selain itu, informasi yang dijelaskan dan
diceritakan oleh penulis telah melalui proses verifikasi sehingga dapat
dipastikan kebenaran dan validitasnya. Apabila sebuah berita tidak benar-benar
memiliki nilai validitas, maka bisa jadi sebuah berita dapat menimbulkan
miskomunikasi dan disinformasi, bahkan juga dapat membuat kerugian untuk
beberapa pihak.
Pada bagian ini penulis dapat menjelaskan
terkait pertanyaan dari unsur mengapa dan bagaimana. Oleh karena itu, selain
menyampaikan informasi terkait peristiwa secara detail, urut, dan valid,
penulis juga harus memiliki kemampuan menulis cerita yang baik, supaya pembaca
dapat menikmati berita yang disajikan.
3. Sumber Berita
Bagian atau struktur dari teks berita yang
ketiga yaitu mencantumkan atau menyebutkan sumber berita. Secara umum, sumber
berita biasanya berasal dari proses wawancara dan aktivitas reportase yang
dilakukan oleh reporter atau penulis berita. Reporter dapat menempatkan bagian
sumber berita di awal berita atau bisa juga di akhir berita.
Beberapa cara yang bisa digunakan untuk
mendapatkan sumber berita adalah dengan meliput siaran pers. Selain itu,
reporter juga bisa melakukan tanya jawab secara langsung kepada para narasumber
atau para ahli. Apabila masih dibutuhkan sumber pendukung, reporter bisa
mengutip dari laporan, data statistik, surat, hingga berbagai dokumen resmi
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Contoh penulisan sumber berita di beberapa
media daring nasional yaitu, “Yogyakarta, Kompas.com – Korban kasus kupon
wisata palsu di Gunungkidul, Yogyakarta, terus bertambah.”
D. Struktur Teks Berita Kompleks
Selain struktur teks berita dari mata
pelajaran Bahasa Indonesia, ada juga struktur berita yang sering digunakan
untuk pekerjaan menulis berita secara profesional. Berbeda dengan struktur teks
berita di bagian sebelumnya, struktur teks berita kompleks atau profesional
juga terdiri dari empat bagian, yaitu judul atau headline, teras atau lead,
tubuh atau body, ekor berita.
Nah, berikut ini adalah penjelasan dari
empat bagian struktur teks berita kompleks, diantaranya yaitu:
1. Judul (Headline)
Dalam struktur teks berita kompleks, bagian
awal teks berisi judul berita. Adanya judul dalam sebuah teks berita memiliki
peran sangat penting karena dapat digunakan untuk memikat pembaca agar tertarik
membaca isi dari teks berita. Hal itu dikarenakan, judul merupakan salah satu
bagian dari teks berita yang dilihat pertama kali oleh pembaca.
Bagi Kamu yang ingin menulis sebuah teks
berita, ada baiknya untuk membuat judul yang menarik sehingga dapat memunculkan
rasa penasaran dari para pembaca. Sebuah judul dapat dikatakan baik apabila
mampu mendeskripsikan isi dari keseluruhan teks berita.
2. Kepala Berita atau Teras (Lead)
Struktur teks berita kompleks selanjutnya
adalah kepala berita atau teras berita. Kepala berita sendiri mempunyai lingkup
pembahasan yang lebih besar. Hal itu berarti ada banyak sekali informasi yang
bisa disuguhkan pada bagian kepala berita ini. Kepala berita biasanya memuat
rangkuman tentang informasi penting dalam berita, misalnya seperti menyajikan 4
unsur dari ADiKSiMBa, yakni “apa, di mana, kapan, dan siapa.”
Selain judul teks berita, kepala berita
atau teras berita juga bisa jadi penentu seorang pembaca hendak melanjutkan
atau tidak aktivitas membaca beritanya. Oleh karena itu, setelah berhasil
membuat judul yang menarik, Kamu dapat melanjutkan dengan membuat kepala atau
teras dengan menarik juga.
Beberapa orang yang sudah lama terjun di
dunia reportase atau jurnalistik menganggap bahwa kepala berita atau teras
berita sebagai “pelatuk berita”.
3. Tubuh Berita (Body)
Bagian atau struktur dari teks berita
kompleks berikutnya adalah tubuh berita. Tubuh atau badan dari teks berita ini
merupakan inti dari sebuah teks berita. Pada bagian ini, reporter atau penulis
berita menuliskan tentang penjelasan atau informasi yang disampaikan secara
rinci pada bagian kepala berita.
Pada bagian ini, Kamu dapat menjelaskan
unsur 5W + 1H atau ADiKSiMBa dari sebuah teks berita yang meliputi pertanyaan
pertanyaan mengapa (why) dan bagaimana (how). Selain itu, tubuh berita biasanya
juga memuat latar belakang atau alasan suatu peristiwa secara menyeluruh.
4. Ekor Berita
Bagian atau struktur teks berita yang
terakhir adalah ekor berita. Ekor berita sendiri memiliki fungsi untuk
memberikan informasi tambahan atau pendukung kepada pembaca. Namun, bagian ini
opsional, boleh ada dan boleh tidak ada. Jika ekor berita tidak dicantumkan
dalam sebuah teks berita, maka tidak akan memberikan pengaruh terhadap isi atau
pokok dari teks berita.
D. Kaidah Kebahasaan Teks Berita
Pada bagian ini Kita akan mempelajari
tentang kaidah kebahasaan teks berita. Sebelum memasuki materi ini, Kamu perlu
tahu bahwa kaidah kebahasaan atau gaya bahasa pada teks berita cukup berbeda
dengan teks lainnya. Beberapa kaidah kebahasan teks berita yaitu, sebagai
berikut:
1. Penggunaan Bahasa yang Bersifat Standar (baku)
Kaidah kebahasaan yang digunakan pada teks
berita adalah bahasa standar atau baku. Hal ini dilakukan untuk lebih
memudahkan banyak orang untuk memahami teks berita. Bahasa standar sendiri
memiliki sifat yang universal, sehingga cocok untuk pembaca.
Contoh penggunaan bahasa standar dan baku:
Ratusan pasien Covid-19 mengantre di lobby wisma atlet.
2. Penggunaan Kalimat Langsung
Dalam teks berita, penggunaan kalimat langsung
sering digunakan untuk mengutip pernyataan dari narasumber. Kalimat langsung
sendiri dapat didefinisikan sebagai kalimat yang dituturkan oleh seseorang
tanpa mengubah kata atau kalimat. Salah satu cara mengutip kalimat langsung
adalah dengan memberikan dua tanda petik ganda dan diikuti keterangan
penyertaan.
Contoh penggunaan kalimat langsung: “Pelaku
sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami terus mengembangkan
kasusnya,” tutur Sadino.
3. Penggunaan Kata Kerja Mental
Kata kerja mental atau biasa disebut juga
sebagai kata verba mental biasa digunakan dalam teks berita. Kata kerja mental
sendiri merupakan sebuah kata kerja yang memberikan respons atau sikap
seseorang terhadap suatu tindakan.
Contoh: Merasa terpedaya, para korban
investasi bodong melapor ke pihak kepolisian.
4. Penggunaan Fungsi Keterangan Waktu dan Tempat
Dalam teks berita, informasi terkait waktu
dan tempat menjadi salah satu unsur penting. Penggunaan fungsi keterangan waktu
dan tempat harus disampaikan secara jelas kepada pembaca.
Contoh penggunaan fungsi keterangan waktu
dan tempat: … kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat dihubungi Minggu
(8/10/2021)
5. Penggunaan Konjungsi Temporal
Penggunaan konjungsi temporal juga penting
dalam sebuah teks berita. Konjungsi temporal ini disebut juga sebagai konjungsi
yang memiliki hubungan dengan waktu. Beberapa contoh kata konjungsi temporal,
yaitu kemudian, sejak, setelah, awalnya, dan akhirnya.
Contoh penggunaan konjungsi temporal:
Pelaku datang ke sekolahan, kemudian langsung menyampaikan kepada para siswa
terkait sosialisasi anti korupsi sejak dini.
E. Contoh Teks Berita
1. Contoh Teks Berita tentang Varian COVID-19
WHO: Omicron Lebih Cepat Menular daripada Delta, Lemahkan
Vaksin
Jakarta, CNN Indonesia — Penelitian data awal
oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Covid-19 varian Omicron lebih
cepat menular ketimbang Delta dan dapat melemahkan vaksin yang ada saat ini.
“Berdasarkan data yang ada saat ini,
Omicron kemungkinan bakal mengalahkan varian Delta di tempat di mana terjadi
penularan antar-masyarakat,” demikian pernyataan WHO yang dikutip AFP, Minggu
(12/12).
Merujuk pada data yang dihimpun WHO, saat
ini Omicron sudah menyebar di 63 negara. Mereka melihat Omicron cepat menyebar
di Afrika Selatan, di mana varian Delta tak mendominasi.
Namun, mereka juga mencatat penyebaran
cepat Covid-19 varian Omicron di Inggris, yang kasusnya secara keseluruhan
sebenarnya masih didominasi Delta.
Meski demikian, WHO menegaskan bahwa data
yang ada saat ini masih kurang. Mereka pun belum dapat memastikan tingkat
penularan Omicron tinggi karena lebih mudah menembus respons imun atau memang
lebih cepat menular.
Selain itu, WHO juga menyatakan bahwa data
awal menunjukkan Omicron menyebabkan “pengurangan efikasi vaksin terjadi infeksi
dan penularan [Covid-19].”
Terlepas dari temuan tersebut, WHO
menekankan bahwa infeksi virus corona varian Omicron sejauh ini hanya
menyebabkan gejala ringan. Mereka masih mengumpulkan data untuk menentukan
tingkat keparahan klinis Omicron.
Penelitian ini masih terus dilakukan
setelah Afrika Selatan melaporkan temuan varian baru tersebut ke WHO pada 24
November lalu.
Sejak saat itu, banyak pakar memang
menyebut Omicron lebih cepat menular dan kemungkinan dapat melemahkan vaksin
yang sudah ada saat ini.
Kendati demikian, sejumlah produsen vaksin
menyatakan bahwa suntikan mereka masih efektif melawan Omicron. Pfizer/BioNTech
bahkan menyebut tiga dosis vaksin mereka efektif menangkal varian baru itu.
(Sumber:https://www.cnnindonesia.com/internasional/20211213002956-134-733121/who-omicron-lebih-cepat-menular-daripada-delta-lemahkan-vaksin)
2. Contoh Teks Berita tentang Bencana Alam Gunung Meletus
Warga Mengungsi Akibat Letusan Gunung Semeru Sebanyak
3.697 Jiwa
JAKARTA – Penanganan darurat pasca awan
panas guguran Gunung Semeru masih berlangsung pada hari keempat. Bencana
letusan tidak hanya berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan, tetapi
juga warga yang mengungsi akibat rusaknya tempat tinggal akibat material
vulkanik.
Data terkini Pos Komando (Posko) Tanggap
Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada hari ini,
Selasa (7/12), pukul 12.00 WIB, jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan
menjadi 3.697 jiwa. Warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah
Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.
Sebaran titik pengungsian di Kabupaten
Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan 9 titik berjumlah 382 jiwa,
Kecamatan Candipuro 6 titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian 4 titik 563 jiwa,
Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67
jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa,
Data korban jiwa tercatat warga luka-luka
56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi
terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan
hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi.
Selain dampak korban jiwa, erupsi
mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak. Pihak pemerintah daerah masih
melakukan pemutakhiran jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan.
Bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan
terputus (Gladak Perak) 1 unit.
Hari keempat pasca erupsi, Presiden Joko
Widodo meninjau lokasi terdampak yang berada di Kabupaten Lumajang. Presiden
tiba di Lapangan Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, pukul 10.21 WIB.
Presiden Jokowi bertemu para penyintas, melihat dapur umum dan meninjau pos
Kesehatan serta menyerahkan santunan kepada para ahli waris korban meninggal
akibat erupsi.
Sementara itu, Gunung Semeru terpantau
mengalami 2 kali gempa letusan dan durasi gempa 55 – 125 detik. Di samping itu,
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan terjadi
7 kali gempa guguran dengan durasi 50 – 120 detik. Terkait dengan rekomendasi
PVMBG terhadap aktivitas vulkanik Gunung Semeru sebagai berikut.
Pertama, masyarakat tidak beraktivitas
dalam radius 1 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 km arah
bukaan kawah di sektor tenggara – selatan, serta mewaspadai awan panas guguran,
guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di
puncak Gunung Semeru. Selanjutnya, radius dan jarak rekomendasi ini akan
dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya.
Kedua, mengimbau masyarakat agar menjauhi
atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini
suhunya masih tinggi.
Ketiga, masyarakat perlu mewaspadai potensi
luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan.
Keempat, masyarakat perlu mewaspadai ancaman lahar di
alur sungai atau lembah yang berhulu di Gunung Semeru. Hal tersebut mengingat
banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.
Komentar
Posting Komentar