Tanda Baca
Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contohnya Sesuai EYD
Tanda baca adalah tanda yang digunakan dalam sistem ejaan, contohnya titik,
koma, titik dua, petik, dan lain-lain. Penting untuk memahami tanda baca
agar tidak melakukan kesalahan dalam penggunaannya ketika menulis.
Berikut penggunaan tanda baca, fungsi, dan contohnya sesuai Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan (EYD).
Yuk, Belajar Mengenal Huruf Abjad Bahasa Indonesia
EYD menjadi pedoman resmi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar,
mulai dari aturan penulisan huruf, kata, unsur serapan, hingga tanda baca.
Pada 2015, Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sempat berganti nama menjadi
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Namun, sejak Agustus 2022 kembali
menggunakan EYD edisi terbaru.
Nah, tanda baca bukanlah sekadar simbol kecil yang disisipkan dalam tulisan
sebagai dekorasi.
Lebih dari itu, fungsi tanda baca antara lain memudahkan pembaca untuk
menentukan intonasi, memberi jeda antarkalimat, serta mengetahui struktur
tulisan.
Penempatan setiap tanda baca berbeda-beda sesuai jenisnya. Ada tanda baca yang
ditulis di akhir kalimat atau di tengah-tengah kalimat sebagai tanda pemisah
antarkata.
Penggunaan Tanda Baca, Fungsi, dan Contoh
Ilustrasi. Penggunaan tanda baca, fungsi, dan contoh dalam kalimat.
(iStockphoto/Ukususha)
Terdapat 15 jenis tanda baca untuk kamu ketahui, mulai dari titik, koma, tanda
tanya, hubung, hingga apostrof.
Beda jenis tanda baca, beda pula fungsi dan penggunaannya. Merujuk Ejaan Bahasa
Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V, berikut penggunaan tanda baca,
fungsi, dan contohnya.
1. Tanda titik (.)
Titik adalah tanda baca yang digunakan pada akhir kalimat pernyataan, bisa
diikuti dengan kalimat baru setelahnya atau berakhir begitu saja.
Tanda titik juga dipakai di belakang huruf dalam suatu tabel, daftar pustaka,
perincian, bagan, atau angka yang menunjukkan waktu serta jumlah.
Contoh penggunaan tanda titik.
Ibu kota Indonesia saat ini adalah DKI Jakarta.
Harga tiket kereta kelas eksekutif dari Jakarta ke Bandung adalah Rp95.000.
Bab 1.4 Laporan hasil penelitian
2. Tanda koma (,)
Tanda koma seringkali disematkan pada bagian tengah dalam perincian kata,
frasa, bilangan, atau sebelum kata penghubung.
Koma dapat digunakan pada kata sapaan seperti Bu, Nak, atau Dik, dan memisahkan
petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh penggunaan tanda koma.
Pesan ayah saya, "Kita harus selalu baik kepada orang lain."
Berkas yang dilampirkan yaitu KTP, akta kelahiran, dan ijazah pendidikan
terakhir.
Wah, bagus sekali pelanginya.
3. Tanda titik koma (;)
Titik koma biasanya dipakai untuk memisahkan kalimat sejenis dan setara di
dalam kalimat majemuk.
Selain itu, titik koma juga seringkali dipakai dalam memisahkan sumber-sumber
kutipan, atau perincian frasa verbal.
Contoh penggunaan tanda titik koma.
Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.
Syarat mendaftar ujian sertifikasi adalah
A. Warga Negara Indonesia;
B. Berijazah sarjana S-1; dan...
Kasus perencanaan bahasa di Indonesia dianggap sebagai salah satu yang paling
berhasil (Fishman, 1974; Moeliono, 1985; Samuel, 2008; Wardhaugh dan Fuller,
2015).
Lihat Juga :
Kemendikbud Kembali Gunakan Istilah EYD Setelah Pakai PUEBI
4. Tanda titik dua (:)
Titik dua berfungsi sebagai tanda untuk mengakhiri suatu penyataan lengkap dan
diikuti perincian atau penjelasan.
Tanda titik dua bisa digunakan untuk menulis rasio perbandingan dalam bentuk
angka, memisahkan angka jam, menit, dan detik, serta kalimat percakapan.
Contoh penggunaan tanda titik koma.
Mereka memerlukan peralatan menulis: pensil, buku, penghapus, dan lainnya.
Narasumber: Mario Maurer
Skala peta ini 1:100.000
5. Tanda hubung (-)
Tanda hubung mempunyai fungsi dalam memperjelas hubungan bagian kata atau suatu
ungkapan.
Penggunaan tanda hubung bisa untuk menyambung tanggal, bulan, tahun, atau
menandai imbuhan.
Contoh penggunaan tanda hubung.
Imbuhan pe- pada pekerja bermakna 'orang yang' atau 'pelaku'
Berulang-ulang
09-02-2023
6. Tanda pisah (--)
Tanda pisah adalah simbol dengan fungsi membatasi penyisipan kata atau kalimat
yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat.
Umumnya tanda pisah digunakan di antara dua bilangan, penulisan tanggal, atau
tempat yang berarti 'sampai dengan' atau 'sampai ke.' Jika dicermati, tanda
pisah berukuran sedikit lebih panjang daripada tanda hubung.
Contoh penggunaan tanda pisah.
Senin--Jumat
Jakarta--Bandung
Kemerdekaan bangsa itu--saya yakin akan tercapai--diperjuangkan oleh bangsa itu
sendiri.
7. Tanda tanya (?)
Berikut ini penggunaan tanda baca, fungsi, dan contohnya untuk tanda tanya pada
akhir kalimat tanya.
Sesuai kaidahnya, tanda tanya digunakan pada akhir kalimat tanya sebagai tanda
kalimat yang diragukan.
Contoh penggunaan tanda tanya.
Kapan hari Valentine dirayakan?
Apa itu teks prosedur sederhana?
Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.
8. Tanda seru (!)
Fungsi utama tanda seru yaitu mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa
seruan atau perintah, yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, dan
emosi kuat.
Contoh penggunaan tanda seru.
Wow! Ternyata dia bisa bersikap romantis kepada kekasihnya.
Bayarlah pajak tepat waktu!
Mari kita cintai produk-produk buatan Indonesia!
9. Tanda elipsis (...)
Tanda elipsis berfungsi untuk menunjukkan adanya bagian yang dihilangkan dalam
suatu kalimat atau kutipan.
Penggunaan tanda elipsis bisa untuk menandai jeda panjang pada tulisan, menulis
ujaran tidak selesai dialog. Penempatannya di akhir kalimat diikuti tanda baca
titik, tanya, seru,
Contoh penggunaan tanda elipsis.
Kamera ... siap!
"Silakan pergi dari sini jika kamu ...!"
"Menurut saya, ... seperti ... bagaimana, Bu?"
10. Tanda petik ("...")
Tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari
pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.
Misalnya tanda petik dalam judul lagu, puisi, artikel, naskah, judul bab buku,
atau tema dan subtema.
Contoh penggunaan tanda petik.
Dilarang memberikan "tip" kepada petugas!
"Merdeka atau mati!" seru Bung Tomo dalam pidatonya.
Perhatikan "Hubungan Antarklausa" dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia.
11. Tanda petik tunggal ('...')
Tanda petik tunggal dipakai ketika mengapit petikan yang terdapat dalam petikan
lain. Seperti mengapit makna, penegasan kata, atau ungkapan.
Contoh penggunaan petik tunggal.
Lockdown 'Karantina wilayah'
Kita bangga karena lagu 'Indonesia Raya' berkumandang di Asian Games.
12. Tanda kurung ( (...) )
Penggunaan tanda kurung biasanya untuk mengapit huruf maupun angka sebagai
penanda perincian.
Sebab fungsi utama tanda kurung yaitu mengapit keterangan atau penjelasan yang
bukan di bagian utama kalimat.
Contoh penggunaan tanda kurung.
Merujuk buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Ayah berangkat ke kantor dengan (bus) Transjakarta.
13. Tanda kurung siku ( [...] )
Tanda kurung siku digunakan mengapit keterangan di kalimat penjelas yang ada
dalam tanda kurung.
Misalnya mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi tambahan,
kesalahan, dan kekurangan.
Contoh penggunaan tanda kurung siku.
Ulang tahun [Proklamasi Kemerdekaan] Republik Indonesia dirayakan secara
khidmat.
Penggunaan bahasa dalam karya ilmiah harus sesuai [dengan] kaidah bahasa
Indonesia.
Lihat Juga :
Belajar Mengenal Angka dalam Bahasa Inggris
14. Tanda garis miring ( / )
Fungsi tanda garis miring untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata
sebagai koreksi di dalam naskah aslinya.
Penggunaan garis miring ini ada dalam nomor surat, alamat, pengganti kata atau,
dan setiap.
Contoh penggunaan garis miring.
Jalan Pemuda III/5
Rapor siswa wajib diambil oleh orang tua/wali peserta didik sesuai jadwal.
15. Tanda penyingkat atau apostrof (')
Terakhir ada untuk apostrof atau tanda penyingkat. Simbol ini dipakai saat
menunjukkan penghilangan bagian kata atau angka dalam konteks tertentu.
Contoh penggunaan apostrof.
Aku s'lalu dimanja.
Mereka sudah datang, 'kan? ('kan = bukan)
Komentar
Posting Komentar