Karya Tulis Ilmiah
Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Fungsi,
Struktur dan Contoh KTI
A. Pengertian Karya Tulis Ilmiah
Karya
tulis ilmiah, merupakan gabungan dari tiga suku kata. menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, karya, dapat diartikan sebagai hasil sebuah usaha, upaya,
perbuatan atau ciptaan, sedangkan tulis, atau menulis memiliki arti segala
kegiatan yang terkait dengan huruf, angka, pena, atau media tulis yang lain.
Yang ketiga adalah ilmiah, menurut kamus
besar bahasa Indonesia berarti bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, atau
memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan. Nah, jika diartikan secara
menyeluruh, karya tulis ilmiah merupakan sebuah karya yang dihasilkan dari
kegiatan menulis, dengan menggunakan penerapan kaidah ilmiah, mengutamakan
aspek rasionalitas, mengusung permasalahan yang bersifat obyektif serta
faktual.
Sangat disarankan, penulisan karya tulis
ilmiah, menggunakan kata yang tidak ambigu, atau memiliki makna ganda, maka
diperlukan penggunaan gaya bahasa yang lugas, eksplisit, menggunakan variasi
istilah ilmiah yang sesuai dengan aturan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.
Agar dapat menulis dan dapat menyusun karya
tulis ilmiah yang baik, Karya Tulis Ilmiah Sosial (Edisi Revisi)
oleh Yunita T. Winarto, Ibnu Wahyudi, Ezra M. Choesin, Dkk dapat dijadikan
referensi karena di dalamnya dijabarkan bagaimana cara menemukan ide atau gagasan
serta menuangkan ide tersebut ke dalam bentuk tulisan karya ilmiah.
Dalam perkembangan ilmu pengetahuan, teori
mengenai arti karya tulis ilmiah, turut serta berkembang sesuai dengan tema
penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian, kerangka teori, sehingga
memunculkan pengetahuan-pengetahuan baru mengenai arti karya tulis ilmiah ini
sendiri . Yuk Gramedians, kita simak pengertian karya tulis ilmiah menurut para
ahli berikut ini :
Menurut Eko Susilo, M., Karya tulis ilmiah
adalah artikel yang diperoleh sesuai dengan sifat ilmiah dan didasarkan pada
observasi, evaluasi, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode
tertentu dengan sistematika penulisan bahasa bersantun dan isinya dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya.
2. Dwiloka dan Riana
Menurut Dwiloka dan Riana, Karya ilmiah
atau artikel ilmiah adalah karya seorang ilmuwan (dalam bentuk pembangunan)
yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang diperoleh
melalui literatur, koleksi pengalaman, penelitian.
3. Titi Setiyoningsih, S.Pd, M.Pd
Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Sebelas
Maret, Surakarta ini menyebutkan, bahwa karya tulis merupakan sebuah tulisan
yang dibuat berdasarkan metode ilmiah, yakni logika ilmu pengetahuan, yang
dimulai dari adanya masalah, tujuan, manfaat, dan pentingnya hal tersebut
dibahas, memuat adanya fakta, teori-teori terdahulu, dan karya-karya terdahulu
yang membawa hal tersebut, kemudian ada metode, pembahasan, hingga kesimpulan,
tentunya referensi juga harus disertakan.
Pengertian karya tulis ilmiah di atas,
berkembang seturut pengalaman penggunanya. Jadi, para ahli di atas,
mendefinisikan karya tulis ilmiah berdasarkan pengalaman, serta kebutuhan
menggunakan dan membuat karya tulis ilmiah. Dari definisi yang beragam, kita akan
mengupas mengenai fungsi karya tulis ilmiah.
B. Fungsi Karya Tulis Ilmiah
Gramedians,
berikut adalah tiga fungsi umum dari karya tulis ilmiah.
1. Fungsi Untuk Pendidikan
Pada saat penulis berada di bangku sekolah
menengah atas, penulis pernah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, karya ilmiah
remaja, dari sini penulis belajar banyak tentang dasar penulisan, mengajak
penulisnya, untuk berpikir kritis, menuliskan pemikiran atau hasil percobaan
ilmiah, kemudian mempertanggungjawabkan hasilnya.
Bahkan ada sebuah sekolah di Yogyakarta,
yang bernama Sanggar Anak Alam, membiasakan siswanya membuat laporan hasil
risetnya, sebagai laporan bukti belajarnya selama satu semester atau yang
disepakati, sebagai pengganti ujian semester atau dokumentasi belajar, hal
tersebut dilakukan oleh anak sejak berada kelas satu tingkat sekolah dasar.
Agar lebih lengkap lagi, ketika berada di
bangku perguruan tinggi, menulis laporan praktikum dan membuat makalah,
merupakan kegiatan rutin, yang berujung pada penulisan skripsi atau tugas
akhir, tesis bagi mahasiswa yang mengambil program master atau magister,
disertasi bagi mahasiswa yang mengambil program doktoral. Sebagai fungsi
pendidikan, karya tulis ilmiah, menghadirkan pengalaman menulis tersendiri bagi
siswa, maupun mahasiswa.
2. Fungsi Untuk Penelitian
Pada setiap masa, ilmu pengetahuan semakin
berkembang, sesuai dengan pertumbuhan sosial masyarakat. Dari sini, karya tulis
ilmiah dimanfaatkan untuk mengembangkan penelitian seseorang, dengan
menghadirkan pengetahuan-pengetahuan baru, setelah memperoleh data-data yang
akurat, diolah, disimpulkan, kemudian diterapkan dalam kehidupan.
3. Fungsi Fungsional
Karya tulis ilmiah ditulis oleh penulis
dari berbagai disiplin ilmu. Penjelasan arti fungsi fungsional berarti, karya
tulis ilmiah dapat menjadi media pengembangan pengetahuan sebagai bahan
tinjauan pustaka, untuk kebutuhan dari berbagai disiplin ilmu.
C. Manfaat Karya Tulis Karya Tulis Ilmiah
Karya
tulis ilmiah, merupakan suatu karya cetak atau karya visual yang melibatkan penulis
dan pembaca. Pastinya karya tulis ilmiah memiliki manfaat bagi penulis dan
pembacanya. Apa saja manfaatnya? Secara rinci, mari kita simak!
1. Dapat melatih pengembangan keterampilan membaca yang
efektif.
Bagi penulis, menyusun karya tulis ilmiah
membutuhkan sebuah keterampilan tertentu, agar karya tulis ilmiah ini dapat
dibaca dengan nyaman, dimengerti, dan dipahami oleh pembacanya.
Sehingga penulis memerlukan keterampilan
membaca yang efektif, agar tidak membuang energi dalam menyusun karya tulis ilmiah.
Bagi pembacanya, karya tulis ilmiah melatih pembacanya untuk terampil membaca
mengenai hal-hal yang diperlukan, untuk membangun pengetahuannya, tidak melebar
ke topik atau tema yang tidak diperlukan.
2. Sebagai pengenalan terhadap aktivitas kepustakaan
Sebuah karya tulis ilmiah, sarat akan
sumber dan narasumber. Sumber penyusunan karya tulis ilmiah, didapat dari
teori-teori para ahli yang dibukukan, atau tertuang dalam jurnal ilmiah yang
dapat diakses melalui media internet. Sumber-sumber ini disebut sebagai sumber
pustaka.
3. Mendapatkan kepuasan intelektual
Setiap penulis karya tulis ilmiah, membuat
karya tulis ilmiah bukan hanya sekedar menulis. Proses membuat karya tulis
ilmiah melibatkan intelektualitas penulis. Seluruh kemampuan kecerdasan penulis
dilibatkan disini.
Karya tulis ilmiah disusun berdasar
penelitian, percobaan, wawancara dengan narasumber, serta menghimpun teori dari
sumber-sumber pustaka yang diperoleh. Ketika sudah mendapatkan hasil yang
dirasa cukup, berhasil mempersembahkannya di depan penguji atau khalayak, maka
penulis akan merasa puas, ketika karya tulis ilmiahnya diterima oleh banyak
orang.
4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan
Semakin berkualitas suatu karya tulis
ilmiah, dilihat dari isi, tujuan dan orisinalitas. Hal ini merupakan cerminan
dari luasnya cakrawala ilmu pengetahuan penulisnya. Suatu karya tulis ilmiah
juga mewakili struktur pemikiran dari penulisnya.
5. Sebagai bahan acuan atau penelitian pendahuluan untuk
peneliti selanjutnya
Karya tulis ilmiah satu dengan yang lain,
pasti saling memengaruhi. Terbitnya karya tulis ilmiah saat ini, sedikit banyak
akan dipengaruhi oleh karya tulis ilmiah sebelumnya. Karya tulis ilmiah
sebelumnya, pasti juga dipengaruhi oleh karya tulis ilmiah terdahulu.
Antar karya tulis ilmiah, jika memiliki
fokus perhatian terhadap penelitian yang sama, dengan sendirinya akan mencari
acuan pendukung yang terdekat.
6. Sebagai peningkatan perorganisasian fakta dan data
secara sistematis
Dari asal katanya sendiri, karya tulis
ilmiah mengisyaratkan suatu hasil karya yang bersifat ilmiah, disertai dengan
penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan, penyajian data yang nyata,
kemudian diolah menjadi sebuah kesimpulan dengan sistematika yang jelas dan
dapat dipertanggungjawabkan. Fakta yang terungkap berasal dari sumber yang
jelas, dengan data penelitian yang shahih, serta bukan hasil plagiasi,
7. Dapat melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari
berbagai sumber
Seorang peneliti tidak dapat berdiri
sendiri pada saat melakukan penelitian, hingga menyusun karya tulis ilmiah
sebagai laporan. Peneliti yang melakukan penelitian, memerlukan sumber pustaka
sebagai landasan teori pada saat melakukan penelitian.
Landasan teori tersebut, berasal dari berbagai sumber, terutama jurnal ilmiah,
atau buku-buku yang diterbitkan sebagai penunjang penulisan karya tulis ilmiah.
D. Jenis-Jenis Karya Tulis Ilmiah
Berdasar masing-masing kebutuhan, karya
tulis ilmiah digolongkan menjadi tujuh jenis. Yang membedakan adalah letak dari
isi dan sistematika penulisan. Ketujuh artikel ini adalah.
1. Artikel
Artikel adalah sebuah karya tulis yang
isinya berupa gagasan atau fakta yang dapat membujuk, meyakinkan, mendidik,
serta menghibur pembacanya. Biasanya artikel memiliki panjang kalimat dengan
jumlah karakter tertentu.
Biasanya artikel dibuat untuk keperluan
publikasi di buletin, surat kabar, media sosial, kanal digital, dan lain
sebagainya. Sebagai contoh adalah sebuah artikel mengenai “Dongeng sebagai
Sarana Terapi Multi Intelligence” Dalam menulis jurnal ilmiah yang
terakreditasi, terdapat beberapa prasyarat dan tuntutan yang perlu kamu ikuti.
2. Makalah
Makalah adalah jenis karya tulis yang
bersifat ilmiah. Biasanya, makalah ditulis untuk keperluan terkait dengan
pendidikan. Dalam penyusunannya, diperlukan data pendukung dari hasil observasi
lapangan dari sebuah masalah dalam penelitian. Data yang terkumpul diperlukan
untuk mencari penyelesaian masalah dalam penelitian. Biasanya makalah ini
disampaikan dalam seminar, simposium, atau uji materi.
Dalam membuat makalah yang baik juga
terdapat aturan serta tuntutan yang harus diikuti. berjudul 8
Langkah Praktis Menulis Makalah Sains Di Jurnal Ilmiah Sebagai Penulis Pertama
oleh Dr. Endra Gunawan, S.T, M.Sc. menjelaskan mengenai berbagai langkah dalam
proses penulisan sebuah makalah.
3. Skripsi
Menurut Wikipedia, Skripsi adalah istilah
yang digunakan di Indonesia untuk mengilustrasikan suatu karya tulis ilmiah
berupa paparan tulisan hasil penelitian mahasiswa strata satu (S-1), yang
membahas fenomena atau permasalahan tertentu dengan menggunakan kaidah yang
berlaku. Penekanan isi dari skripsi terletak pada orisinalitas. Skripsi menjadi
syarat kelulusan bagi mahasiswa, untuk meraih gelar sarjana, setelah melalui
ujian di depan dosen penguji.
Menulis atau menyusun skripsi bukanlah hal
yang mudah, dimana memerlukan peelitian serta pengetahuan teknis dalam proses
pembuatannya. Pada Menulis Skripsi, Jurnal, dan Tulisan Ilmiah
dengan MS Word oleh Jubilee Enterprise, Grameds akan diajarkan langkah-langkah
menyusun karya tulis ilmiah yang baik.
4. Work paper
Work paper atau jika diterjemahkan dalam
bahasa Indonesia adalah kertas kerja, merupakan jenis karya tulis ilmiah yang
hampir mirip dengan makalah, tetapi analisisnya lebih mendalam. Biasanya work
paper berisi catatan-catatan auditor, berisi prosedur audit yang digunakan,
metode uji yang dilakukan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat
berdasar auditnya.
5. Paper
Paper adalah jenis karya tulis ilmiah yang
ditulis berdasar data, serta argumen yang tingkat kevalidannya kuat. Paper juga
biasa disebut sebagai ringkasan dari penelitian yang telah dibuat. Tidak banyak
perbedaan antara paper dengan makalah, hanya sistematika penulisannya dan
pembahasannya yang berbeda. Pembahasannya lebih singkat, karena hanya terfokus
pada analisis masalahnya saja.
6. Tesis
Tesis kurang lebih serupa dengan skripsi
pada mahasiswa strata satu (S-1), tetapi tesis menganalisis topic dengan lebih
kompleks, sehingga esensi ilmiahnya lebih kuat dan lebih kompleks jika
dibanding dengan skripsi. Tesis dibuat sebagai syarat kelulusan untuk meraih
gelar magister atau master yang ditempuh oleh mahasiswa pasca sarjana (S-2)
Dalam menulis tesis yang baik, Grameds
dapat membaca panduan pada Bagaimana Menulis Tesis oleh Umberto Eco
yang pertama kali terbit di Itali pada tahun 1977 yang sudah diterjemahkan.
7. Disertasi
Setingkat lebih tinggi dari tesis, ada yang
biasa disebut dengan disertasi. Karena setingkat lebih tinggi, disertasi
digunakan sebagai syarat kelulusan untuk meraih gelar doktor bagi mahasiswa
program studi strata tiga (S-3).
Isi dari disertasi merupakan hasil
penelitian orisinil yang nantinya dapat diaplikasikan ke kehidupan nyata,
biasanya, disertasi diuji oleh seorang profesor, atau doktor senior dan
profesional.
Disertasi merupakan penelitian yang sulit
untuk dilakukan. Pada buku Statistik Terapan: Aplikasi untuk Riset Skripsi,
Tesis dan Disertasi Menggunakan SPSS, AMOS dan Excel oleh Jonathan Sarwono
& Herlina Budiono kamu akan diajarkan bagaimana menggunakan statistik pada
penelitian kuantitatif yang akan kamu lakukan.
Banyak kan jenis-jenis karya tulis ilmiah
yang bisa kita bahas? Setelah mengetahui jenis-jenis karya tulis ilmiah ini,
kita akan bahas lagi mengenai cara-cara menulisnya ya Gramedians.
E. Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah
Dalam membuat karya tulis ilmiah, akan sangat
penting untuk menggunakan aplikasi serta website yang dapat membantu kamu
memperlancar proses penulisan. Seperti Grammarly, MathType, dan masih banyak
lagi yang dapat kamu baca di berjudul Menulis Karya Tulis Ilmiah
Dengan Komputer oleh Wing Wahyu Winarno.
Membuat karya tulis ilmiah, ibarat kita
melangkah menuju sebuah titik tertentu yang sering disebut sebagai suatu
kesimpulan, sebelum diterapkan dalam sebuah tindakan.
1. Peristiwa
Jika ingin karya tulis ilmiah kita diterima
oleh pembaca, maka dibutuhkan adanya suatu perencanaan yang baik.
Pada tahapan penulisan karya tulis ilmiah, diawali dengan proses perencanaan,
penulis merencanakan apa yang akan ditulis. Dalam tahap perencanaan ini
diperlukan adanya topik suatu karya, tujuan menulis, sasaran pembaca, serta
ruang lingkup dari karya tulis ilmiah ini sendiri.
2. Ungkapkan
Tahap ungkapkan ini, berisi mengenai
pengungkapan data-data penunjang, baik dari hasil penelitian, studi kasus,
studi literasi, atau melakukan wawancara dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan
dan juga bahan observasi.
3. Analisis
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya
adalah menganalisis data tersebut, biasanya disebut sebagai olah data. Data
diolah dengan perumusan masalah yang sesuai dengan topic yang diangkat, namun
tentunya tidak lepas dari data-data pendukung yang telah terkumpul.
Pada tahap ini, dapat dimulai untuk membuat
kerangka atau draf dari karya tulis ilmiah ini. Namun jangan lupa, kaji
terlebih dahulu permasalahan yang muncul, dari mulai tahap perencanaan, pengumpulan
data, sampai dengan analisis ini berlangsung.
4. Kesimpulan
Tahap kesimpulan, menjadi jawaban dari
untaian peristiwa yang muncul dalam merancang penulisan sebuah karya tulis
ilmiah. Kesimpulan dapat menjadi penjelas bagi penulis dan pembaca, karena
biasanya semua yang terlibat, akan lebih paham dan jelas setelah muncul
kesimpulan.
5. Terapkan
Perencanaan penulisan yang rapi dan
sistematis, tidak akan menghadirkan manfaat jika tidak diterapkan dengan baik.
Penerapan dalam pembuatan karya tulis adalah mulai menulis.
Nah, belum berhenti disini saja, ya
Gramedians, penulisan karya tulis ilmiah, ternyata memiliki struktur yang harus
kita perhatikan. Yuk, kita simak penjelasannya!
F. Struktur Karya Tulis Ilmiah
Setiap karya tulis ilmiah memiliki style
guide atau selingkung yang berarti pedoman tata cara penulisan yang ditentukan
oleh jenis tulisan dan tujuan karya tulis ilmiah ini dibuat. Secara umum,
struktur karya tulis ilmiah, disajikan sebagai berikut.
1. Halaman Judul
Judul karya, diangkat berdasar tema dari
karya tulis ilmiah yang akan dibuat. Judul hendaknya ditulis seunik dan
semenarik mungkin, sehingga memunculkan keingintahuan dan rasa penasaran bagi
calon pembacanya.
Selain memantik rasa penasaran bagi calon
pembacanya, judul juga dapat dibuat untuk memberi gambaran awal mengenai isi
karya tulis ilmiah ini bagi calon pembaca. Pada halaman judul ini, nama
penulis, judul karya tulis ilmiah, institusi atau lembaga, tanggal, bulan,
tahun dan tempat karya tulis ilmiah dibuat, ditulis dengan aturan rata tengah,
diurutkan setelah judul di bagian bawah.
2. Abstrak
Abstrak merupakan ringkasan dari
keseluruhan isi suatu karya tulis ilmiah, abstrak berfungsi memberikan
penjelasan kepada pembaca, agar secara cepat, pembaca memahami isi, maksud dan
tujuan dari penulis, menuliskan karya tulis ilmiah tersebut. Abstrak bersifat
informatif, namun tidak terlalu panjang penulisannya, kurang lebih 250 kata.
3. Pendahuluan
Dari dasar kata pembentuknya, kita tahu
bahwa pendahuluan ini berada di depan, sebagai pemberi salam untuk pembaca.
Pendahuluan, biasanya menceritakan alasan penulis melakukan penelitian, apa
yang melatarbelakangi penelitian ini dilakukan, menceritakan tujuan, serta
manfaat dari karya tulis ilmiah ini dibuat.
4. Kerangka Teoritis
Dari asal katanya, kerangka berasal dari
kata rangka, yang berfungsi sebagai penyangga, pilar, garis besar, atau konsep.
Sedangkan teori adalah suatu pendapat atau argumen yang didapat berdasar
penelitian atau penemuan, yang didukung oleh data atau fakta penunjang.
Maka dengan definisi pengertian di atas,
kerangka teori merupakan garis besar rancangan konsep sistematis yang menjadi
panduan sebuah penelitian.
5. Metode Penelitian
Untuk mengembangkan kerangka yang telah
dibuat, terlebih dahulu, harus ditentukan metode penelitiannya. Metode
penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan seorang peneliti, untuk
memperoleh hasil yang tepat dari penelitiannya tersebut.
Biasanya metode yang dipakai adalah metode kualitatif, metode kualitatif secara
garis besar berfokus pada analisa dan dan riset yang mendalam. Sedangkan Metode
kuantitatif merupakan metode yang banyak terkait dengan penggunaan angka, tabel
dan statistic.
6. Pembahasan
Pembahasan menjadi bagian yang paling
panjang pada penulisan karya tulis ilmiah. Pembahasan berfungsi menjelaskan
tujuan, manfaat, metode, kerangka teori, serta rumusan masalah, yang disertai
dengan data-data yang diperoleh. Jika karya tulis ilmiah ini dibagikan ke
khalayak umum, yang akan memunculkan tanya jawab, adalah pada bagian ini.
7. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan selalu berada di bagian akhir
sebuah karya tulis ilmiah, yang berisi pendapat dari penulis, atas semua yang
telah dibahas. Tujuannya adalah agar pembaca memperoleh wawasan baru dari
subyek yang telah dibahas.
Saran biasanya berisi pesan dari penulis,
agar suatu ketika, jika pembaca ingin melakukan penelitian yang sama, mereka
dapat menemukan cara yang efektif, atau justru mengembangkan lebih luas lagi.
8. Daftar Pustaka
Daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang
berisi sumber teori yang digunakan oleh penulis dalam penelitiannya. Penulisan
daftar pustaka biasanya dituliskan dengan format nama penulis, judul tulisan,
nama penerbitnya, identitas, dan kapan diterbitkan.
Setelah kita bahas semua keunikan tentang
karya tulis ilmiah, ada baiknya kita lihat contoh karya tulis ilmiah yang baik
dan benar ya Gramedians!
Baca
juga :
G. Contoh Karya Tulis Ilmiah
1. Contoh Karya tulis ilmiah tentang persoalan remaja
“Mengelola Kesejahteraan Mental Pada
Remaja”
Oleh
Andy Hermawan, S.Si, M.PdPraktisi Pendidikan Alternatif
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selain sejahtera secara fisik dengan
terpenuhinya kebutuhan pangan, papan, serta sandang, setiap orang perlu
memiliki kesehatan mental, termasuk remaja. Usia remaja adalah usia yang rawan
khususnya dalam situasi yang sulit. Situasi sulit yang berpotensi menurunkan
kesejahteraan mental adalah Covid-19. Kebutuhan belajar dan bertemu teman,
beserta seluruh variasinya, harus tergantikan dengan belajar mandiri dan secara
virtual. Situasi ini berpotensi membuat anak merasa bosan dan mengalami emosi
negatif.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pandemi terhadap kesehatan mental remaja?
C. Tujuan penelitian
Memperoleh kiat mengelola kesejahteraan mental pada remaja.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Efek Pandemi Bagi Kehidupan
Pandemi yang sudah terjadi selama kurang
lebih satu tahun, dan tanpa ada kepastian kapan akan berakhir, telah membawa
banyak perubahan dalam beraneka ragam kehidupan yang sangat berpengaruh
terhadap optimalisasi perkembangan remaja dalam berbagai aspek.
1. Efek Dibandingkan
Respon anak terhadap peristiwa yang penuh
tekanan itu unik dan bervariasi. Orang dewasa perlu memahami bahwa respon anak
tersebut alami dan perlu menunjukkan empati, serta kesabaran ketika menghadapi
respon tersebut.
2. Efek Social Distancing
Meski bukan berarti isolasi sosial, demi
mencegah penularan virus Covid-19, harus tetap menjaga jarak aman dengan
sesama. Seorang remaja memerlukan waktu yang berkualitas dengan orang-orang
yang berarti dalam hidupnya, terutama keluarga. Kedekatan emosi secara sosial
akan meningkatkan ketahanan mental pada remaja, ketika berhadapan dengan
kesulitan.
3. Efek Aktivitas
Remaja akan mudah bosan ketika mengalami
aktivitas yang monoton, bahkan kekhawatiran dalam diri akan meningkat. Orang
tua dapat memberi pilihan-pilihan untuk mengisi aktivitas-aktivitas yang
bermanfaat.
PENUTUP
KESIMPULAN
Pada remaja, kondisi sejahtera secara
mental, ditandai dengan tercapainya tahapan perkembangan, kebutuhan emosional,
keterampilan sosial yang sehat, serta kemampuan berhadapan dengan situasi yang
sulit dan masalah yang muncul. Kondisi tersebut hanya dapat diperoleh dalam
situasi ketika remaja mendapatkan dukungan dan cinta tanpa syarat dari
keluarga, lingkungan yang membuat kepercayaan diri dan harga dirinya terjaga,
kesempatan untuk mengeksplorasi dunia luar, serta lingkungan yang sehat dan
aman.
Daftar Pustaka
Leila, Ch, Budiman (1999). Menjadi Orang Tua Idaman, Rubrik Konsultasi
Psikologi KOMPAS. Jakarta: KOMPAS.
2. Contoh Karya tulis ilmiah tentang pengelolaan limbah
masker medis
“Dampak Limbah Masker Medis Bagi
Lingkungan”
Oleh
Andy Hermawan, S.Si, M.Pd
Praktisi Pendidikan Alternatif
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Semenjak virus Corona Covid-19 merebak di
Indonesia.Pola kebiasaan baru wajib diterapkan dalam masyarakat Indonesia.
Berbagai protokol kesehatan, harus dipatuhi setiap masyarakat saat
beraktivitas. Salah satunya menggunakan masker yang direkomendasikan oleh
pemerintah untuk menekan laju penyebaran virus Covid-19. Selama pemberlakuan
protokol kesehatan berlangsung, penggunaan masker medis semakin meningkat.
Meningkatnya penggunaan masker medis, memperbesar meningkatnya jumlah limbah
sampah masker yang hanya sekali pakai ini.
Bahaya limbah masker yang sekali pakai ini
bukan hanya berdampak bagi lingkungan, tapi juga berdampak pada kesehatan
masyarakat sekitar. Seperti kita ketahui bersama, penyebaran virus Corona
Covid-19 melalui droplet orang yang terinfeksi virus tersebut. Virus tersebut
bisa menyebar melalui udara, saat orang yang terinfeksi tersebut berbicara,
bersin, batuk, dan bahkan dapat menempel pada medium yang tersentuh oleh kulit
yang sebelumnya tertempel oleh virus tersebut.
Bisa dikatakan, bahwa masker menjadi media
pertama penyebaran virus tersebut, karena masker selalu menempel pada wajah,
menutupi indera penciuman manusia, yaitu mulut dan hidung, apalagi jika
pengguna masker tersebut terinfeksi virus Corona Covid. Maka dari itu
diperlukan upaya untuk mengurangi penyebaran virus akibat limbah masker medis
atau masker sekali pakai ini.
B. Rumusan Masalah
Meningkatnya jumlah limbah masker medis,
selain berdampak pada lingkungan, juga berpotensi menyebarkan virus Corona
Covid-19 di masyarakat.
C. Tujuan penelitian
Memperoleh jalan keluar terbaik dalam
menjaga kelestarian lingkungan, dan kesehatan, khususnya menekan laju
penyebaran virus Covid-19 dengan meminimalkan limbah masker medis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Potensi merebaknya virus yang bersumber dari limbah
masker
Masker berfungsi melindungi orang yang
memakai masker, agar tidak terinfeksi virus Covid-19 dan mencegah penularan
dari orang yang memiliki gejala. Penggunaan masker yang semakin meningkat di
kalangan masyarakat, menambah banyak limbah masker sekali pakai.
Dalam satu waktu kebutuhan, masyarakat
menggunakan masker lebih dari satu kali sehari, jika dikalikan dengan jumlah
penduduk di Indonesia, maka kita bisa bayangkan, berapa juta lembar limbah
masker diproduksi dalam satu hari. Beberapa kemungkinan dan potensi buruk
akibat semakin banyaknya limbah masker medis akan muncul.
1. Potensi Memperbesar Penyebaran Virus Corona Covid-19
Penyebaran virus yang terbawa oleh droplet,
droplet tersebut pasti akan menempel di masker yang dipakai oleh seseorang yang
terinfeksi virus. Jika masker tersebut dibuang sembarangan tanpa ada upaya
untuk membuat masker tersebut bebas dari virus, maka sangat besar potensi
menyebar pada orang yang kebetulan berada, atau yang menyentuh limbah masker
tersebut.
Masker yang telah dipakai, harus dipastikan
aman atau terbebas dari virus sebelum dibuang, dari permasalahan ini, udara
juga menjadi salah satu media yang potensial menyebarkan virus tersebut..
2. Potensi Terhadap Pencemaran Lingkungan
Masker medis yang sekali pakai, terbuat
dari bahan yang tidak mudah untuk terurai.Tidak berbeda jauh dengan plastik,
limbah masker medis ini memerlukan waktu bertahun-tahun lamanya untuk terurai.
Selain ekosistem tanah dapat terganggu, ekosistem air juga serupa, pembuangan
limbah yang sembarangan, dapat menyebabkan gangguan pada ekosistem air dan juga
dapat menjadi penyebab banjir.
3. Upaya Yang Diperlukan
Meningkatnya penggunaan masker, memerlukan
perhatian serius bagi semua pihak. Agar limbah masker sekali pakai tidak
semakin banyak jumlahnya, perlu dipikirkan cara yang paling efektif akar tidak
sebentar-sebentar memproduksi limbah. Diperlukan proses yang tepat untuk
menghindarkan merebaknya virus atau pencemaran lingkungan.
Melakukan desinfektan terhadap masker yang
telah dipakai atau memanaskan masker pada suhu di atas 70 derajat selama 45
menit sebelum dibuang, atau diolah menjadi limbah yang aman dan ramah
lingkungan. Selain itu kita dapat pula membuat sendiri masker yang ingin kita
pergunakan, bahkan dapat beulangkali dicuci, agar limbah masker sekali pakai
dapat ditekan.
PENUTUP
KESIMPULAN
Penyebaran virus Corona Covid-19 tidak
dapat diperkirakan dari mana sumbernya, melalui apa perantaranya, dan siapa
saja yang membawa. Masker dapat meminimalkan resiko terinfeksi virus tersebut.
Sebagai orang yang paham akan kesehatan dan peduli terhadap kesehatan
lingkungan.
Kita wajib melakukan desinfeksi sedini
mungkin terhadap limbah masker tersebut. Pisahkan dari limbah rumah tangga yang
lain, agar tidak menginfeksi sesama kita yang lain. Selain itu kita dapat
menggunakan masker yang sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh organisasi
kesehatan dunia yaitu WHO (World Health Organization), yang dapat dipakai
berkali-kali, tentunya dengan mencuci masker tersebut setelah dipakai.
Daftar Pustaka
Dua contoh karya tulis ilmiah di atas,
disusun oleh penulis sendiri, nah sekarang kita coba lihat beberapa contoh
karya tulis ilmiah yang dilansir dari sumber https://sevima.com/: ya
Gramedians. Yuk kita simak.
3. Contoh karya tulis ilmiah Dolanan Tradisional
“Dolanan Tradisional dalam Membentuk
Karakter Anak”
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Permainan atau disebut juga dengan dolanan
tradisional memiliki karakteristik yang memiliki dampak positif bagi
perkembangan anak. Kata bermain untuk anak adalah refleksi pembebasan jiwa dari
keterikatan dengan aturan orang tua.
Ketika anak bermain, ia akan
mengekspresikan kegembiraan hatinya serta berkomunikasi dengan teman sebayanya.
Sehingga, anak bisa belajar bersosialisasi dan juga bergaul dengan lingkungan
sekitarnya.
Selain itu, dolanan tradisional juga
memiliki sifat edukatif, rekreatif dan reflektif. Atau dengan kata lain
memiliki sifat mendidik, menggembirakan, dan juga ssebagai refleksi diri.
B. Rumusan Masalah
Apa pengertian dolanan tradisional?
Apa pengaruh dolanan tradisional di dalam membentuk karakter anak?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengertian dari dolanan tradisional dan juga pengaruhnya
terhadap karakter anak.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Dolanan Tradisional
Kata “dolanan” adalah suatu kata yang
diambil dari Bahasa Jawa. Kata dolanan mempunyai arti mainan atau juga
permainan. Sedangkan kata tradisional merupakan cara berpikir dan juga tingkah
laku yang sesuai dengan adat dan sudah ada sejak zaman dahulu.
Dolanan anak disebut juga sebagai
simbolisasi pengetahuan yang secara turun temurun dan juga mempunyai berbagai
macam fungsi di dalamnya.
B. Pendidikan Karakter
Secara sederhana, pendidikan karakter
adalah segala usaha yang bisa dilakukan untuk memengaruhi karakter para siswa.
Usaha tersebut dilakukan supaya seseorang bisa memahami pentingnya karakter
yang positif di dalam diri.
Pendidikan karakter menurut Thomas Lickona
yaitu pendidikan tentang sikap yang meliputi ilmu sampai tindakan. Tidak hanya
itu, perasaan juga termasuk ke dalam pendidikan karakter.
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Dolanan tradisional bukan hanya sekedar
permainan yang akan memberi dampak gembira. Dolanan tradisional juga memiliki
banyak manfaat. Manfaat itu di antaranya adalah melatih kecerdasan otak serta
motorik anak dan bisa membentuk karakter pada anak.
Anak bisa meningkatkan jiwa sosial di dalam
dirinya dan juga berkomunikasi dengan baik serta bekerjasama dengan teman
sepermainan dan juga lingkungannya.
4. Contoh Karya Ilmiah Tentang makanan
Menjaga Kesehatan Jantung
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jantung adalah salah satu organ yang begitu vital di dalam tubuh manusia.
Karena itu banyak orang yang berusaha untuk senantiasa menjaga kesehatan
jantung mereka.
Akan tetapi sepertinya masih banyak orang
yang kurang peduli akan hal itu. Terbukti dari banyaknya korban jiwa yang
diakibatkan penyakit-penyakit yang menyerang jantung. Oleh karena itu
penelitian tentang menjaga kesehatan jantung perlu untuk dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana cara untuk menjaga kesehatan jantung?
C. Tujuan Penelitian
Dapat mengetahui cara menjaga kesehatan jantung
BAB II
PEMBAHASAN
Cara Menjaga Kesehatan Jantung
Banyak penyakit yang menyerang jantung
memang masih menjadi masalah yang besar untuk sebagian orang. Padahal ada
banyak cara yang mudah dalam menjaga kesehatan jantung. Setelah melewati riset
yang mendalam, peneliti menemukan beberapa di cara yang antaranya sebagai
berikut:
·
Menghindari stress, sebab bisa memicu
hormon adrenalin abnormal dan juga menyebabkan darah tinggi.
·
Menjaga kebersihan, baik kebersihan diri
sendiri juga lingkungan.
·
Mengatur pola makan. Kurangi lemak serta junkfood
dan perbanyak memakan sayur dan juga buah.
Olahraga teratur.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Menjaga kesehatan jantung memang sangat
penting untuk manusia demi memperoleh umur yang panjang. Dan ternyata dalam
mendapatkan jantung yang sehat tidak perlu usaha yang terlalu sulit serta dapat
dilakukan sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan jantung maka diharapkan semakin
sedikit korban yang jatuh sebab penyakit yang menyerang jantung.
Daftar Pustaka
5. Contoh karya tulis ilmiah tentang Budidaya Kacang
Merah
Pengaruh Media Air Perendaman Terhadap
Kecepatan Perkecambahan Tanaman Kacang Merah
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang
Nusantara merupakan negara agraris yang
sangat kaya akan hasil alam atau pertanian, salah satu jenisnya adalah
kacang-kacangan.
Kacang-kacang merupakan bahan pangan yang bermanfaat sebagai sumber dan protein
sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk Asia, Amerika latin, Afrika, dan negara
lainya.
Di negara kita, Indonesia memiliki lebih
dari 12.000 jenis kacang-kacangan, diantaranya yaitu kacang tanah, kacang
merah, kacang hijau, kapri, koro, dan kedelai. Kacang merah merupakan bahan
makanan yang berguna untuk menurunkan kolesterol.
Selain menurunkan kolesterol kacang merah
juga memiliki manfaat sebagai untuk mencegah kadar gula tinggi di tubuh karena
kacang merah memiliki kandungan serat yang sangat tinggi.
Di Dalam 100 gram kacang merah kering,
dapat menghasilkan 4 gram serat terisi dari serat larut dalam air dan serat
yang tidak larut air.
Protein yang terkandung didalam kacang merah mempunyai manfaat bagi tubuh
terutama untuk kesehatan jantung.
Kacang tanah berbentuk biji, secara
sederhana apabila biji tersebut jatuh ke tanah , maka dalam jangka waktu
tertentu biji tersebut mengeluarkan tunas oleh karena itu jenis kacang-kacangan
merupakan tanaman yang sangat mudah untuk ditanam.
Proses itulah yang dinamakan dengan
perkecambahan. Kacang merah mempunyai nama ilmiah Phaseolus Vulgaris.
Proses perkecambahan dapat dipengaruhi dari faktor dalam dan faktor luar.
Faktor dalam yang disebabkan oleh berupa gen dan hormon.
Sedangkan faktor luarnya adalah berupa
susu, cahaya matahari, kelembaban, dan nutrisi yang sangat berpengaruh dalam
perkecambahan. Faktor-faktor tersebut sangat berperan penting bagi pertumbuhan
kacang.
Contohnya saja cahaya matahari, dengan
bantuan dari cahaya matahari tumbuhan dapat hidup dengan baik. Selain itu
cahaya matahari juga sangat membantu dalam proses pertumbuhan, perkecambahan,
dan fotosintesis dari tumbuhan tersebut.
Kita tidak akan bisa mengetahui perbedaan
yang terjadi pada perkecambahan dan pertumbuhan tanaman kacang merah jika kita
merendam bijinya dengan jenis air yang berbeda.
Untuk itu penulis memilih topik yang
berjudul “Pengaruh Media Air Perendaman Terhadap Kecepatan Perkecambahan
Tanaman Kacang Merah”
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut dapat
dirumuskan suatu masalah yaitu:
1. Bagaimana kecepatan perkecambahan antara
biji kacang merah yang direndam di air PAM dengan biji kacang merah yang
direndam di air kelapa muda?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka
tujuan penelitian karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis kecepatan perkecambahan antara kacang merah yang direndam di air
PAM dengan kacang merah yang direndam di air kelapa muda.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi siswa
Penelitian ini digunakan sebagai
pembelajaran dalam penulisan dan penyusunan karya ilmiah yang benar, penelitian
tersebut merupakan salah satu materi pembelajaran yang dapat berguna di jenjang
pendidikan lebih tinggi dan untuk menanamkan nilai-nilai ilmiah terhadap siswa.
2. Bagi sekolah
Dari penelitian yang penulis lakukan ini,
diharapkan agar hasilnya dapat digunakan sebagai bahan referensi dan
pemberdayaan perpustakaan, yang nantinya sebagai bahan acuan dalam
penelitian-penelitian lebih lanjut bagi siswa selanjutnya.
3. Bagi pelajaran Biologi
Dapat digunakan sebagai literatur dalam
pelajaran biologi di masing-masing sekolah, untuk mengetahui faktor-faktor yang
dapat berpengaruh terhadap perkecambahan tanaman, dalam hal ini tanaman kacang
merah.
Bab III
Penutup
Kesimpulan
Indonesia memiliki sekitar 12000 varian
kacang-kacangan. Kacang-kacangan memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.
Pertumbuhan kacang tanah dimulai ketika biji kacang mengeluarkan tunas, yang
disebut sebagai proses perkecambahan. Agar proses tumbuhnya cepat, ada beberapa
faktor yang berpengaruh. Salah satunya adalah air.
Selain memberi pengetahuan baru bagi dunia
ilmu pengetahuan, karya tulis ilmiah ini juga bermanfaat terhadap keterampilan
berliterasi bagi siswa-siswi yang melakukan penelitian.
Nah, seperti itu ya Gramedians, catatan seputar karya
tulis ilmiah beserta beberapa contoh dari berbagai sumber, buat kalian calon
ilmuwan yang akan melakukan penelitian dan membuat karya tulis ilmiah, semoga
artikel di atas dapat membantu ya.
Komentar
Posting Komentar