Infografik
Infografik: Pengertian, Jenis, Cara Membuat, dan
Contohnya
Apa Itu Infografik?
Infografik
adalah bentuk penyampaian informasi melalui komunikasi visual yang terdiri dari
sekumpulan gambar, grafik, dan teks. Hal ini digunakan untuk memudahkan audiens
dalam memahami suatu topik.
Penggunaan
infografik mengubah suatu data atau informasi menjadi bentuk visual. Infografik
menggunakan gambar yang menarik untuk memberikan informasi dengan lebih
singkat, jelas, dan mudah dipahami.
Jenis-Jenis Infografik
Sumber: Pexels by RODNAE Productions
Infografik
dibedakan jenisnya berdasarkan industri dan bentuknya. Berikut ini
penjelasannya:
Infografik Berdasarkan
Industrinya
Menurut , berikut ini beberapa jenis infografik jika dikelompokkan
berdasarkan industrinya:
1. Marketing. Digunakan untuk membangun dan meningkatkan engagement terhadap perusahaan.
Kontennya bisa berisi informasi perusahaan atau produk yang ditawarkan.
2. Pendidikan. Digunakan untuk membuat konten
lebih mudah dipahami bagi murid ataupun karyawan yang sedang mengikuti
pelatihan.
3. Pemerintahan. Digunakan untuk membagikan data
seperti statistik dan sensus. Selain itu, pemerintah juga biasa menggunakannya
untuk menyebarkan informasi penting yang perlu dipahami masyarakat. Contoh infografik pemerintahan yaitu informasi tentang cara
menjaga kesehatan di masa pandemi dari Kementerian Kesehatan.
4. Non-Profit. NGO menggunakan infografik untuk mempromosikan acara
dan menaikkan pemahaman publik
terhadap lembaganya. Biasanya, tujuan utama organisasi
non-profit dalam menggunakannya adalah untuk mendapatkan pendanaan.
5. Konsultan. Konsultan biasanya menggunakan
infografik untuk menjelaskan timeline suatu proyek dan
mendeskripsikan topik yang sulit kepada klien.
6. Bisnis Kecil dan
Wirausaha. Infografik bisnis kecil dan wirausaha dibuat untuk
meningkatkan brand awareness dan mendapatkan audiens baru.
Infografik Berdasarkan
Bentuknya
Dalam
membuat infografik, kreator bisa memilih berbagai jenis bentuk infografik
seperti berikut:
1. Infografik Statistik: Digunakan untuk menjelaskan
informasi yang berbentuk angka.
2. Infografik Daftar: Berisi kumpulan hal yang disusun
berderet.
3. Infografik Perbandingan: Membandingkan dua hal dengan
visualisasi.
4. Infografik Geografis: Memiliki gambar peta di dalamnya.
Fungsinya untuk menunjukkan informasi yang berhubungan dengan suatu daerah.
5. Infografik Timeline: Berisi daftar kronologis
yang berurutan.
6. Infografik Flowchart: Berisi
pertanyaan-pertanyaan yang jika dirunut akan mengarah pada suatu solusi.
Kelebihan dan
Kekurangan Infografik
Setelah memahami
pengertian dan jenisnya, selanjutnya anda perlu memahami kelebihan dan
kekurangan infografik. Berikut ini penjelasannya:
Kelebihan Infografik
1. Mudah Dipahami
Infografik
dapat membuat informasi yang rumit tampak lebih singkat dalam bentuk visual.
Hal ini berakibat informasi jadi lebih mudah untuk dipahami.
2. Menarik Minat Audiens
Informasi
yang dihadirkan dalam bentuk teks panjang umumnya tidak menarik. Akan tetapi,
apabila informasi tersebut diubah menjadi infografik, audiens akan tertarik
membacanya.
3. Mudah Dibagikan
Infografik
berbentuk gambar mudah dibagikan. Anda bisa membagikannya ke media
sosial, website, atau lewat aplikasi lainnya.
Kekurangan Infografik
Sementara
itu, infografik juga memiliki kekurangan seperti:
1. Pembuatan Rumit
Membuat
infografik membutuhkan keterampilan khusus. Salah satunya adalah keterampilan
mendesain gambar. Selain itu, waktu proses pembuatannya juga cukup lama.
Hal ini
karena pembuatannya harus direncanakan dengan konsep yang matang agar terlihat
bagus.
2. Informasi Bersifat Statis
Data atau
tulisan yang tertulis di dalam infografik bersifat statis alias tidak bisa
diubah. Hal ini berbeda dengan informasi melalui artikel website atau caption media
sosial yang bisa disesuaikan dan diedit.
Cara Membuat
Infografik
Infografik
adalah sarana informasi dalam bentuk yang bisa memudahkan pemahaman orang lain.
Jika Anda berniat menggunakannya sebagai media informasi, Anda perlu tahu cara
membuatnya.
Berikut
ini adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membuatnya:
1. Gali Informasi
Hal yang
pertama dilakukan adalah memilih informasi. Rangkumlah informasi yang Anda
miliki hingga menjadi poin-poin penting yang perlu diketahui audiens.
2. Buat Outline
Setelah
informasi yang ingin ditampilkan siap, Anda bisa membuat outline atau gambaran kasar desain infografik anda.
Pada tahap
ini, Anda perlu menentukan posisi judul, header, subheader,
dan daftar informasi pada infografik. Anda juga perlu menyesuaikan outline dengan
informasi yang ingin disampaikan.
Ketika membuat outline,
Anda juga perlu memberikan catatan tentang design yang
diinginkan.
3. Mendesain
Infografik
Tahap
terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mendesain infografik. Anda bisa
menggunakan template atau mendesain sendiri dari awal.
Gunakanlah
warna dan jenis tulisan yang menarik agar audiens senang membacanya. Selain
itu, Anda juga bisa menyelipkan gambar-gambar agar desain anda semakin menarik.
Kesalahan yang Harus
Dihindari saat Membuat Infografik
Hati-hati
dalam membuat infografik. Jangan sampai kamu membuat kesalahan seperti berikut
ini:
1. Teks Terlalu Banyak
Infografik
berguna untuk memberi pemahaman kepada audiens dengan lebih mudah. Hal ini
tidak akan dapat terjadi jika ada terlalu banyak teks dalam satu konten.
Ringkas
informasi yang akan ditampilkan ke dalam poin-poin singkat saja. Anda tidak
perlu bertele-tele, biarkan gambar mewakili kata-kata.
2. Tidak Ada White
Space
White
space adalah ruang kosong
yang memberi jarak antara unsur-unsur dalam infografik. Infografik yang tidak
memiliki white space akan dihindari, sementara yang
memiliki white space akan membuat audiens tertarik.
3. Warna Terlalu
Banyak atau Terlalu Sedikit
Pemilihan warna memainkan peranan penting dalam pembuatan infografik. Agar
lebih enak dilihat, warna yang digunakan tidak boleh terlalu banyak atau
terlalu sedikit. Idealnya adalah menggunakan 2 atau 3 warna.
4. Alur yang Tidak
Jelas
Infografik
memiliki alur yang harus mudah diikuti dan dipahami. Apabila konten tidak jelas
alurnya, pembaca akan kesulitan dalam memahaminya.
5. Salah Memilih
Gambar
Gambar
bisa menjadi nilai tambah dalam infografik. Akan tetapi, gambar yang akan
ditampilkan dalam konten harus dipilih dengan baik. Jangan sampai gambar tidak
relevan dengan informasi yang ada.
Contoh Infografik
Untuk lebih memahami
mengenai infografik, anda bisa menyimak beberapa infografik yang pernah LinovHR
buat. Berikut contohnya:
Komentar
Posting Komentar